BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Analisis Situasi
Beranjak dari ini kesejahteraan dan kelayakan hidup,
dari jumlah penduduk yang kurang sejahtera dan menikmati hidup layak di
Indonesia jumlah terbesar berada diaerah pedesaan. Dari segi terpenuhinya
sarana dan prasarana, masyarakat yang hidup di daerah pedesaan jauh tertinggal
dari masyarakat yang hidup di kota. Masyarakat yang hidup di kota lebih mudah
mengakses segala sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Selain itu
dilihat dari sosialisasi dan pendidikan yang tidak merata merupakan salah satu faktor
pembuat masyarakat yang tinggal di desa kurang memahami betapa pentingnya
pendidikan. Maka kebanyakan masyarakat yang tinggal di desa memiliki kondisi
ekonomi yang rendah, karena kurangnya skill dan pengetahuan yang menunjang
terciptanya kreatifitas. Penduduk desa bermata pencarian sebagai petani,
peternak, dan perkebuan yang hasilnya tidak bisa dipastikan. Jadi masyarakat di
desa lebih memilih bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya daripada belajar
dibangku sekolah.
Permasalahan tersebut perlu mendapat perhatian dari
semua pihak untuk mendapatkan pemecahan masalah yang terbaik yang berkaitan
dengan peningkatan sumber daya manusia serta pemberdayaan segala potensi yang
ada di desa tersebut melaui penyuluhan dan pembekalan skill. Penanganan hal tersebut
tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah daerah saja, akan tetapi oleh semua
pihak yang merasa peduli dan mampu. Berkaitan dengan hal tersebut, mahasiswa
sebagai kaum intelektual dan merasa bertanggung jawab untuk ikut membantu
pemberdayaan sumberdaya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarkat desa.
Dengan mendirikan POSDAYA di wilayah pedesaan serta merumuskan
kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat melalui KKN (Kuliah Kerja Nyata)
sebagai bentuk aplikasi konkrit dari ilmu yang dimiliki mahasiswa.
Pelaksanaan KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universita Muara Bungo periode XI tahun 2015 direalisasikan dalam berbagai bentuk kegiatan yang relevan dengan
permasalahan yang ada di tempat mahasiswa tersebut berada. Melalui
penyelenggaraan kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat memotivasi dan
membangkitkan semangat untuk lebih aktif, kreatif dan dinamis serta mandiri sehingga upaya menciptakan kesejahteraan dan
kelayakan hidup masyarakat terwujud.
Dusun Dwi Karya Bhakti Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo. Keadaan
alamnya pun sebagian besar dikembangkan dalam bidang perkebunan. Sebagian besar
lahan dimanfaatkan untuk lahan kebun karet dan sawit.
Jumlah penduduk di Dusun Dwi
Karya Bhakti sebanyak 1. 073 jiwa yang terbagi menjadi 556 Kepala
Keluarga. Mata pencarian masyarakat di Dusun Dwi
Karya Bhakti sebagian besar bekerja di sektor perkebunan, wiraswasta, dan pedagang. Semua ini membuat daya
tahan ekonomi rentan karena sektor ini sangat dipengaruhi oleh iklim investasi
nasional maupun global.
Secara administrasi Dusun Dwi
Karya Bhakti terdiri dari 5 (Lima) Kampung. Karena
Luasnya wilayah menjadikan tingkat perkembangan tidak merata pada setiap
dusunnya.
Selain itu, permasalahanpun ditemukan dalam bidang
pendidikan, kesehatan , lingkungan, dan kewirausahaan.
1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi dan data
yang telah diperoleh, permasalahan yang dihadapi Dusun Dwi Karya Bhakti secara umum menyangkut
bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.
Berikut ini adalah beberapa
permasalahan yang terdapat di Desa Tambaksari:
1.
Bidang Pendidikan
Secara umum, keinginan masyarakat Dusun Dwi Karya Bhakti untuk mendapatkan pendidikan sudah
cukup tinggi meskipun ada beberapa alasan ekonomi. Untuk melanjutkan ke jenjang
pendidikan yang lebih tinggi masih relatif kecil hal ini dapat dimaklumi karena
faktor ekonomi serta tingginya biaya pendidikan yang rata-rata kurang
terjangkau oleh penduduk, karena rata-rata penduduk Dusun Dwi Karya Bhakti sebagai petani dan buruh tani.
Selain itu, minat anak-anak untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi
masih kurang. Sebagian anak-anak di Dusun Dwi
Karya Bhakti masih rendahnya minat baca dan belajar dari anak-anak
dan masyarakat sehingga salah satu cara untuk mengatasinya adalah mempermudah
sarana dan prasarana dengan memberdayakan perpustakaan atau taman bacaan yang
disertai dengan pengelolaan yang terstruktur.
2.
Bidang
Kesehatan
a. Pemantauan
Gizi
Secara umum, kegiatan posyandu
ditiap-tiap lingkungan kampung sudah
berjalan teratur sesuai dengan jadwal, dimana kegiatan ini hanya difokuskan
pada posyandu balita. Sedangkan posyandu lansia belum ada yang aktif.
Sehingga kesehatan lansia belum terjaga semua.
b.
Kebersihan lingkungan
Tingkat kesadaran untuk hidup sehat
dan bagaimana mereka untuk mempertahankan serta memelihara kebersihan
lingkungan disekitarnya rata-rata sudah ada, tetapi untuk mensosialisasikan
tentu tidak mudah. Hal ini dapat diatasi dengan menggalakan kegiatan kerja
bakti membersihkan lingkungan disekitar rumah masing-masing warga, sehingga
kebersihan rumah dan kesehatan lingkungan dapat terjaga.
3.
Bidang Ekonomi
Secara umum, kegiatan ekonomi di Dusun Dwi Karya Bhakti sudah cukup baik. Mayoritas
masyarakat Dusun Dwi Karya Bhakti bekerja sebagai petani, buruh kerja, karyawan, PNS, wiraswasta atau
pedagang, dan jasa lainnya. Selain itu masalah yang terkait pemberdayaan sumber
daya manusia dan sumber daya alamnya yang belum terlalu optimal dan merata
sehingga salah satu program yang dilakukan adalah dengan mengadakan penyuluhan
di bidang perkebunan yaitu
mengenai pengembangan pembibitan hasil perkebunan (seperti karet dan sawit) sehingga masyarakat dapat lebih menyadari dan
mengembangkan sumber daya lokal yang ada secara maksimal dan mandiri disetiap
lapisan masyarakat.
4.
Bidang Lingkungan
Dalam bidang lingkungan, permasalahan yang muncul
yaitu masyarakat di Dusun Dwi Karya Bhakti tidak memiliki sarana dan prasarana dalam hal membuang sampah. Tidak
adanya tempat pembuangan sampah atau TPS menjadi kendala utama dalam hal
kebersihan lingkungan di Desa.
Pembuangan sampah baik organik maupun anorganik
dilakukan dengan cara membuang sampah ke kebun dan dibakar. Hal
demikian menjadikan lingkungan di daerah Dwi Karya
Bhakti menjadi kotor, pencemaran udara dan sumber bibit penyakit.
Berdasarkan permasalahan diatas dan potensi yang
dimiliki, KKN TEMATIK POSDAYA yang dilaksanakan di Dusun Dwi Karya Bhakti Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo berusaha
untuk merencanakan, mengelola, mengevaluasi dan memecahkan permasalahan
kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lingkunagan dalam usaha memberdayakan
masyarakat guna mengembangkan potensi yang dimiliki desa untuk meningkatkan
kesejahteraan hidup sehingga tercipta masyarakat yang lebih sehat, sejahtera
dan mandiri. Dalam hal ini tentu sangat diperlukan peran serta, dukungan, dan
bantuan dari berbagai pihak baik
masyarakat, pemerintah maupun swasta sangat menentukan keberhasilan terwujudnya
serangkaian program dusun baik fisik
maupun nonfisik yang telah kami rencanakan.
1.3. Tujuan dan
Kegunaan
A.
Tujuan
1)
Mahasiswa mendapatkan pengalaman
berharga melalui keterlibatan dalam masyarakat yang secara langsung menemukan, merumuskan,
memecahkan, dan menanggulangi permasalahan pembangunan secara interdisipliner.
2)
Mahasiswa dapat memberikan upaya
pemikiran berdasarkan ilmu teknologi dalam upaya menemukan, mempercepat gerak
serta mempersiapkan kader-kader pembangunan yang berkualitas tinggi.
3)
Perguruan tinggi dapat menghasilkan
sarjana pengisi teknostruktural dalam masyarakat yang lebih menghayati kondisi
gerak dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dalam melaksanakan
pembangunan.
4)
Meningkatkan hubungan antara
Perguruan Tinggi dengan Pemerintah Daerah, Instansi Teknis dan Masyarakat
sehingga dapat lebih berperan dalam menyelesaikan kegiatan pendidikan serta
penelitian dengan tuntutan masyarakat yang sedang membangun.
5)
Menggali serta menumbuhkan potensi
swadaya masyarakat sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa
dan negara.
6)
Melalui pemberdayaan bidang
pendidikan anak-anak TPQ menjadi lebih aktif dalam belajar menuntut ilmu agama.
7)
Melalui pemberdayaan bidang
kesehatan anak diharapkan nantinya akan menjadi remaja yang produktif, aktif
dan sehat jasmani rohani sehingga dapat menjadi remaja harapan bangsa.
8)
Melalui pemberdayaan bidang ekonomi
diharapkan masyarakat mempunyai tambahan penghasilan demi mencukupi kebutuhan
sehari-hari, selain itu akan memunculkan jiwa kewirausahaan.
9)
Melalui pemberdayaan lingkungan
hidup desa menjadi lebih teduh dan menjadi lebih bersih sehingga para warga
akan lebih terjamin kesehatannya dan penyebaran penyakit dapat dicegah.
B.
Kegunaan
Secara
teoritis, manfaat yang timbul dari kegiatan KKN TEMATIK POSDAYA ini
adalah :
1)
Mahasiswa lebih mengetahui tentang
program POSDAYA sebagai forum komunikasi, silaturahmi, advokasi, penerangan dan
pendidikan, sekaligus wadah kegiatan penguatan fungsi keluarga secara terpadu.
2)
Masyarakat menjadi paham tentang
program POSDAYA
Sedangkan
secara praktis, manfaat kegiatan KKN POSDAYA adalah:
1)
Mahasiswa dapat berinteraksi secara
langsung dengan masyarakat untuk mengembangkan dan memanfaatkan ilmu yang telah
diperoleh di bangku kuliah.
2)
Masyarakat menjadi lebih aktif dalam
rangka memberdayakan keluarga untuk mencapai MDGs yang maksimal.
1.4. Penentuan
Sasaran
Sasaran
dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) POSDAYA UNIGAL periode II tahun 2013 ini adalah
warga Dusun Sindangkasih Desa Purwodadi dengan uraian sebagai berikut :
NO
|
KEGIATAN
|
SASARAN
|
KETERANGAN
|
1.
|
Bid.
Pendidikan dan Keagamaan
|
Anak-anak
|
TK dan PAUD serta SAD
|
2.
|
Bid.
Kesehatan dan Lingkungan
|
Balita,
Remaja dan lansia/Warga
|
Posyandu/Kampung Pasir Putih
|
3.
|
Bid. Ekonomi, Perkebunan dan Peternakan
|
Warga
|
Kelompok Tani
|
4.
|
Sarana, Prasaran dan administrasi Desa
|
Perangkat Dusun
|
Papan nama Jalan, Prangkat Dusun, dan ADM dusun serta Struktur Dusun.
|
5.
|
Bid. Pemuda dan Olah raga
|
Pemuda-Pemudi
|
Volly Ball
|
|
|
|
|
Tabel 1. Penentuan sasaran program KKN TEMATIK POSDAYA
1.5. Metode yang
digunakan
Dalam kegiatan KKN POSDAYA ini kami mengumpulkan
data-data yang dibutuhkan menggunakan berbagai teknik pengumpulan data. Hal ini
dimaksudkan agar data yang kami peroleh benar-benar akurat dan tepat sasaran.
Berikut ini adalah teknik yang kami gunakan :
a.
Kajian Pustaka
Dalam hal
ini kami menelaah data-data dan informasi dari profil desa.
b.
Observasi
Teknik ini
kami gunakan dengan mendatangi lokasi agar informasi yang didapatkan
benar-benar objektif.
c.
Wawancara mendalam
Wawancara
kami lakukan dengan berbicara langsung dengan pihak-pihak yang bersangkutan.
BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI
2.1. Letak dan
Luas
Dwi Karya
Bhakti merupakan Dusun Swasembada
awal yang terletak tidak jauh dari pusat Pemerintahan
Kecamatan Pelepat, jarak Dusun dengan pusat Pemerintahan
Kecamatan + 2 km, + 45 km ke Pusat Kabupaten Bungo yaitu Muara Bungo, + 270 km ke Provinsi Jambi.
Dusun Dwi Karya Bhakti memiliki wilayah seluas + 25.000 Ha, Secara administratif,
batas Dusun Dwi Karya Bhakti adalah sebagai berikut :
·
Sebelah
Utara : Berbatasan dengan Dusun Danau
·
Sebelah
Selatan : Berbatasan dengan Dusun Rantau Keloyang
·
Sebelah
Barat : Berbatasan dengan Dusun Balai Jaya
·
Sebelah
Timur : Berbatasan dengan Dusun Koto Royo Kabupaten
Merangin
2.2. Sistem
Pemerintahan, Kelembagaan Desa menurut Peraturan
Pemerintah Daerah Nomor 9 Tahun 2007
Secara Administrasi Dusun Dwi Karya Bhakti menganut sistem Kelembagaan Pemerintahah Desa. Adapun susunan struktur pemerintahan Dusun Dwi
Karya Bhakti adalah sebagai berikut :
- RIO : Hermanto
- Sekretaris Desa :
Hermawan
- Bendahara : Adi
Permana
- Kaur Pembangunan : Agung Poyo widodo
- Kaur
Pemerintahan : Santoso
- Kaur
Umum
: Endah S
- Kadus Pasir
Putih : Sarwadi
- Kadus Talang
tembang : Dartak
- Kadus Lintas
Jaya
: Suparjo
- Kadus Bukit Apit : Samsuri
- Kadus Bukit
Baru : Al-Amri
Badan Permusyawarahan Desa (BPD) merupakan elemen
penting dalam pelaksanaan Pemerintahan serta Koordinasi dalam rangka
Pelaksanaan Pembangunan serta fungsi Pemerintahan yang lainnya. Badan Permusyawaraahan Desa (BPD) merupakan sebuah badan atau lembaga
Permusyawaraan yang dibentuk sebagai badan aspirasi dan lembaga perwakilan
warga masyarakat desa.
Badan Permusyawarahaan Desa (BPD) merupakan mitra
kerjasama pemerintahan desa dan berkedudukan sebagai unsur penyelenggara
pemerintahan desa. Dengan dibentuknya Badan Permusyawarahan Desa (BPD) diharapkan roda pemerintahaan dapat berjalan dengan lancar,
pembangunan serta pelayanan masyarakat dapat terlaksana dengan baik. BPD
memiliki lama masa bakti selama 4 tahun.
Adapun susunan pengusus Badan Permusyawarahan Desa (
BPD ) Desa Tambaksari adalah sebagai berikut :
1.
Ketua BPD : Solihin
2.
Wakil BPD : Haruner
- Sekretaris : Hari muharianto
- Anggota
: - Basuki
- Sutarno
Adapun Dusun Dwi
Karya Bhakti dibagi menjadi 5 Kampung, 10 RT dengan
pembagian sebagai berikut :
a.
Kampung Pasir Putih dibagi
menjadi 2 RT
- Kampung Talang Tembang 2 RT
- Kampung Lintas Jaya dibagi
menjadi 2 RT
- Kampung Bukit Apit dibagi
menjadi 2 RT
- Kampung Bukit Baru dibagi
menjadi 2 RT
2.1. Dinamika
Perekonomian Masyarakat
Masyarakat Dusun Dwi
Karya Bhakti pada umumnya termasuk masyarakat petani yang produktif. Hal tersebut bisa dilihat dari jumlah perkebunan yang luas dan hampir
disetiap kepala keluarga mempunyai kebun sendiri. Berikut adalah data-data perekonomian masyarakat Dusun Dwi Karya Bhakti.
Data
Perekonomian Masyarakat Dusun Dwi Karya Bhakti
No.
|
Jenis Usaha
|
Jumlah
|
Keterangan
|
1
|
Rumah tangga pengrajin
|
1 Keluarga
|
Home industri
|
2
|
Pertambangan
|
2 keluarga
|
Buruh pertambangan
|
3
|
Perkebunan
|
530 Keluarga
|
Petani/pekebun
|
4
|
Sektor perdagangan
|
5 orang
|
Wirausaha
|
Tabel 2. Data Perekonomian Masyarakat desa Tambaksari
2.4 Dinamika Dusun
Dusun Dwi Karya Bhakti pada akhir tahun 2014 memiliki
jumlah penduduk sekitar 1.831 jiwa.
Gambaran penduduk Dusun Dwi
Karya Bhakti menurut tingkat pendidikan :
No
|
Pendidikan
|
Jumlah
|
1
|
TK
|
42 Orang
|
2
|
SD ( tamat )
|
850 Orang
|
3
|
SD ( Tidak tamat )
|
23 Orang
|
4
|
SLTP ( Tamat )
|
827 Orang
|
5
|
SLTP ( Tidak tamat )
|
34 Orang
|
6
|
SMA ( Tamat )
|
793 Orang
|
Tabel 3. Gambaran penduduk Desa
Tambakssari menurut tingkat pendidikan
Gambaran
Penduduk Dusun Dwi Karya Bhakti menurut mata pencaharian :
No.
|
Pekerjaan
|
Jumlah
|
1
|
Perkebunan
|
1.759 rang
|
2
|
Buruh
|
21 orang
|
3
|
PNS
|
26 orang
|
4
|
Peternakan
|
9 keluarga
|
5
|
Pengrajin
|
1 orang
|
6
|
Jasa dan perdagangan
|
10 orang
|
|
|
|
Tabel 4. Gambaran Penduduk Desa
Tambaksari menurut mata pencaharian
Selain data-data di atas ada juga kelompok masyarakat
yang bergerak dibidang keagamaan, kelompok tani, dan
kelompok kesenian. Dalam rangka kelancaran pelaksanaan pemerintahan di Dusun Dwi Karya Bhakti, wilayah desa dibagi menjadi beberapa wilayah. Dusun Dwi Karya Bhakti, dalam
tataran Rukun Warga ( RW )/Kampung dan Rukun Tetangga
( RT ) terbagi menjadi 5 Kampung dan 10 RT. Pembagian ini dimaksudkan untuk mempermudah koordinasi dan pembinaan
diberbagai bidang kehidupan masyarakat, baik bidang sosial maupun pembangunan
dan pemerintahan.
BAB III
PELAKSANAAN KUKERTA
TEMATIK POSDAYA
Sesuai
dengan landasan dan panduan pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik POSDAYA Universitas Muara Bungo Tahun
Akademik 2015/2016, Tim KKN
Posdaya UMB yang diterjunkan di Dusun Dwi Karya Bhakti, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo telah
merencanakan dan melaksanakan beberapa program kerja yang terbagi ke dalam 5 bidang utama yakni, Bidang Pendidikan dan
Keagamaan, Bidang Ekonomi Pertanian
dan Peternakan, Bidang Lingkungan
hidup dan Kesehatan, Bidang Sarana,Prasarana dan Administrasi Desa, Bidang Pemuda dan Olahraga.
Adapun
perincian pelaksanaan program dan kegiatan Kukerta
Tematik Posdaya Universitas
Muara Bungo di Dusun Dwi Karya Bhakti Terlampir.
3.1. Matrik
Program Kerja Posdaya dan Tahap-Tahap Kegiatan
Nama Kecamatan : Pelepat
Nama Desa : Dusun Dwi Karya Bhakti
Nama Kampung/Jumlah Kampung sasaran : Pasir Putih / 1
(satu)
Jumlah RT/RW : 2 RT/ 1 RW
Target Posdaya yang dibentuk : 1 Posdaya
Nama Ketua Kelompok : Jamaldi
Jumlah Anggota Kelompok : 14 Orang
Mulai Bekerja Tanggal : 10-08-2015 s.d 23-09-2015
3.2. Deskripsi
dan Realisasi Program Kukerta Tematik Posdaya
A.
Bidang Pendidikan dan Keagamaan
a.
Latihan baris berbaris
(LBB) tingkat SD
b.
Latihan menari tingkat
SD
c.
Berpartisipasi dalam
kegiatan Pemberian beasiswa untuk siswa/pelajar suku anak dalam (SAD) di SDN
198
d.
Mengajar di SD dan PAUD
e.
Mengajar mengaji dan
baca tulis untuk siswa/pelajar suku anak dalam (SAD).
Salah satu program prioritas dibidang pendidikan
dan keagamaan yang kami laksanakan yaitu :
Program prioritas:
Mengajar baca tulis untuk siswa/pelajar suku anak dalam (SAD)
Waktu dan lokasi :
23 Agustus 2015 di Perumahan SAD di Dusun Dwi Karya Bhakti
Sasaran kegiatan :
Sasaran
kegiatan ini adalah anak-anak di Suku anak Dalam
(SAD)
Hasil Pelaksanaan Kegiatan :
Kegiatan ini
mendapat tanggapan yang antusias dan dapat terlaksana dengan lancar.
B.
Bidang Lingkungan
hidup dan Kesehatan
a. Penghijaun
di perumahan suku anak dalam (SAD)
b. Jum’at
bersih
c. Pembuatan
TOGA
d. Penyuluhan
kesehatan ibu dan anak
e. Penyuluhan
narkoba.
Salah satu program prioritas dibidang lingkungan hidup dan kesehatan yang
kami laksanakan yaitu :
Program prioritas:
Penghijaun
dengan penanaman bibit buah-buahan di
perumahan suku anak dalam (SAD)
Waktu dan lokasi :
12 September 2015 di Perumahan SAD di Dusun Dwi Karya Bhakti
Sasaran kegiatan :
Sasaran
kegiatan ini adalah lingkungan perumahan Suku anak
Dalam (SAD)
Hasil Pelaksanaan Kegiatan :
Kegiatan ini
mendapat tanggapan yang antusias dan dapat terlaksana dengan lancar.
C. Bidang Sarana,Prasarana dan
Administrasi Desa
a. Penyuluhan
Administrasi Desa
b. Pembuatan
papan nama
c. Pembuatan
struktur Desa,struktur BPD, Program pokok PKK, Monografi Desa.
Salah satu program prioritas dibidang sarana prasarana dan administrasi
desa yang kami laksanakan yaitu :
Program prioritas:
Penyuluhan Administrasi Desa
Waktu dan lokasi :
05-06 September 2015 di Balai Dusun Dwi Karya Bhakti
Sasaran kegiatan :
Sasaran
kegiatan ini adalah perangkat Dusun dan masyarakat
Dwi Karya Bhakti
Hasil Pelaksanaan Kegiatan :
Kegiatan ini
mendapat tanggapan yang antusias dan dapat terlaksana dengan lancar.
D. Pemuda dan
Olahraga
a. Tournament
Volly ball putra-putri
b. Pengaktifan
permainan Sepak takraw
c. Pembuatan lapangan Batminton di perumahan suku anak
dalam (SAD)
d. Pengaktifan
permainan football/sepak bola
e. Lomba
balap karung, permainan memindahkan kelereng, makan kerupuk tingkat anak-anak dalam memeriahkan HUT RI Ke 7
Salah satu program prioritas
dibidang pemuda dan olahraga yang kami laksanakan yaitu :
Program prioritas:
Lomba
balap karung, permainan memindahkan kelereng, makan kerupuk tingkat anak-anak dalam memeriahkan HUT RI Ke 7
Waktu dan lokasi :
18 Agustus 2015 di Balai Dusun Dwi Karya Bhakti
Sasaran kegiatan :
Sasaran
kegiatan ini adalah anak-anak SD dikampung pasir
putih Dusun Dwi Karya Bhakti
Hasil Pelaksanaan Kegiatan :
Kegiatan ini
mendapat tanggapan yang antusias dan dapat terlaksana dengan lancar.
E. Bidang Ekonomi, Pertanian dan
Peternakan
a. Pemberdayaan
kelompok tani
b. Penyuluhan
pertanian
c. Pelatihan
Memasak Kue Pisang & Singkong crispy
Salah satu program prioritas
dibidang ekonomi, pertanian dan peternakan yang kami laksanakan yaitu :
Program prioritas:
Pelatihan Memasak Kue Pisang & Singkong crispy
Waktu dan lokasi :
13 September 2015 di Balai Adat Suku Anak Dalam (SAD)
Sasaran kegiatan :
Sasaran
kegiatan ini adalah Ibu-ibu Suku Anak Dalam (SAD)
di Dusun Dwi Karya Bhakti, agar masyarakat SAD dapat memanfaatkan potensi yang
ada, seperti hasil pertanian singkong dan pisang untuk meningkatkan
perekonomian dan kesejahteraan di masa mendatang.
Hasil Pelaksanaan Kegiatan :
Kegiatan ini
mendapat tanggapan yang antusias dan dapat terlaksana dengan lancar.
BAB IV
KESIMPULAN DAN
SARAN
5.1. Kesimpulan
Kesimpulan yang bisa diambil dari Kukerta Tematik Posdaya Universitas
Muara Bungo di Dusun Dwi Karya Bhakti Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo yang dilaksanakan sejak tanggal 10 Agustus – 23 September 2015 antara lain
:
1.
Secara umum program fisik maupun non
fisik kegiatan Kukerta posdaya dapat terlaksana dengan baik dan mendapatkan antusias
yang sangat luar bisa dari masyarakat.
2.
Kegiatan KKN Tematik Posdaya di Dusun Dwi Karya Bhakti mendapat sambutan yang baik dari masyarakat setempat yang diwujudkan
dengan memberikan dukungan moril demi kelancaran pelaksanaan kegiatan KKN TEMATIK POSDAYA.
3.
Kepala Desa, Perangkat Desa, Tokoh
Masyarakat, serta para pemuda pemudi mempunyai hubungan yang baik, loyalitas,
dedikasi yang tinggi demi membangun Dusun Dwi
Karya Bhakti.
5.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penyusun mencoba
memberikan saran demi kemajuan Desa Tambaksari,
yaitu sebagai berikut :
1. Perlu adanya
tindak lanjut dari kegiatan KKN TEMATIK POSDAYA
sehingga masyarakat dapat mengembangkan lebih lanjut hasil dari program-program
kerja tim KKN POSDAYA.
2. Perlu
pembinaan remaja dan karang taruna untuk menunjang pembangunan Dusun Dwi Karya Bhakti melalui forum dan lembaga yang telah
terbentuk.
3. Perlunya
pembinaan dan peningkatan pengetahuan dalam kewirausahaan yang merupakan upaya
untuk meningkatkan potensi secara optimal bagi warga Dusun Dwi Karya Bhakti.
4. Perlunya
penyuluhan dan peningkatan pengetahuan atau keterampilan tentang kesehatan, perkebunan, dan wirausaha sehingga masyarakat dapat mandiri
dalam bidang kesehatan dan perekonomian.
DAFTAR PUSTAKA
Pemerintah Dusun Dwi Karya Bhakti. Form isian
data monografi ( data desa )
Panitia
Pelaksana KKN Posdaya. Buku Panduan Kuliah Kerja
Nyata Tematik Posdaya. Universitas Muara Bungo. Muara Bungo. 2015.