Senin, 19 September 2016

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Analisis Situasi
Beranjak dari ini kesejahteraan dan kelayakan hidup, dari jumlah penduduk yang kurang sejahtera dan menikmati hidup layak di Indonesia jumlah terbesar berada diaerah pedesaan. Dari segi terpenuhinya sarana dan prasarana, masyarakat yang hidup di daerah pedesaan jauh tertinggal dari masyarakat yang hidup di kota. Masyarakat yang hidup di kota lebih mudah mengakses segala sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Selain itu dilihat dari sosialisasi dan pendidikan yang tidak merata merupakan salah satu faktor pembuat masyarakat yang tinggal di desa kurang memahami betapa pentingnya pendidikan. Maka kebanyakan masyarakat yang tinggal di desa memiliki kondisi ekonomi yang rendah, karena kurangnya skill dan pengetahuan yang menunjang terciptanya kreatifitas. Penduduk desa bermata pencarian sebagai petani, peternak, dan perkebuan yang hasilnya tidak bisa dipastikan. Jadi masyarakat di desa lebih memilih bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya daripada belajar dibangku sekolah.
Permasalahan tersebut perlu mendapat perhatian dari semua pihak untuk mendapatkan pemecahan masalah yang terbaik yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia serta pemberdayaan segala potensi yang ada di desa tersebut melaui penyuluhan dan pembekalan skill. Penanganan hal tersebut tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah daerah saja, akan tetapi oleh semua pihak yang merasa peduli dan mampu. Berkaitan dengan hal tersebut, mahasiswa sebagai kaum intelektual dan merasa bertanggung jawab untuk ikut membantu pemberdayaan sumberdaya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarkat desa. Dengan mendirikan POSDAYA di wilayah pedesaan serta merumuskan kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat melalui KKN (Kuliah Kerja Nyata) sebagai bentuk aplikasi konkrit dari ilmu yang dimiliki mahasiswa.
Pelaksanaan KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universita Muara Bungo periode XI tahun 2015 direalisasikan dalam berbagai bentuk kegiatan yang relevan dengan permasalahan yang ada di tempat mahasiswa tersebut berada. Melalui penyelenggaraan kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat memotivasi dan membangkitkan semangat untuk lebih aktif, kreatif dan dinamis serta mandiri sehingga upaya menciptakan kesejahteraan dan kelayakan hidup masyarakat terwujud.
Dusun Dwi Karya Bhakti Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo. Keadaan alamnya pun sebagian besar dikembangkan dalam bidang perkebunan. Sebagian besar lahan dimanfaatkan untuk lahan kebun karet dan sawit.
Jumlah penduduk di Dusun Dwi Karya Bhakti sebanyak 1. 073  jiwa yang terbagi menjadi 556 Kepala Keluarga. Mata pencarian masyarakat di Dusun Dwi Karya Bhakti sebagian besar bekerja di sektor perkebunan, wiraswasta, dan pedagang. Semua ini membuat daya tahan ekonomi rentan karena sektor ini sangat dipengaruhi oleh iklim investasi nasional maupun global.
Secara administrasi Dusun Dwi Karya Bhakti terdiri dari 5 (Lima) Kampung. Karena Luasnya wilayah menjadikan tingkat perkembangan tidak merata pada setiap dusunnya.
Selain itu, permasalahanpun ditemukan dalam bidang pendidikan, kesehatan , lingkungan, dan kewirausahaan.

1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi dan data yang telah diperoleh, permasalahan yang dihadapi Dusun Dwi Karya Bhakti secara umum menyangkut bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.
Berikut ini adalah beberapa permasalahan yang terdapat di Desa Tambaksari:
1.      Bidang Pendidikan
Secara umum, keinginan masyarakat Dusun Dwi Karya Bhakti untuk mendapatkan pendidikan sudah cukup tinggi meskipun ada beberapa alasan ekonomi. Untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi masih relatif kecil hal ini dapat dimaklumi karena faktor ekonomi serta tingginya biaya pendidikan yang rata-rata kurang terjangkau oleh penduduk, karena rata-rata penduduk Dusun Dwi Karya Bhakti sebagai petani dan buruh tani. Selain itu, minat anak-anak untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi masih kurang. Sebagian anak-anak di Dusun Dwi Karya Bhakti masih rendahnya minat baca dan belajar dari anak-anak dan masyarakat sehingga salah satu cara untuk mengatasinya adalah mempermudah sarana dan prasarana dengan memberdayakan perpustakaan atau taman bacaan yang disertai dengan pengelolaan yang terstruktur.

2.      Bidang Kesehatan
a.       Pemantauan Gizi
Secara umum, kegiatan posyandu ditiap-tiap lingkungan kampung sudah berjalan teratur sesuai dengan jadwal, dimana kegiatan ini hanya difokuskan pada posyandu balita. Sedangkan posyandu lansia belum ada yang aktif. Sehingga kesehatan lansia belum terjaga semua.
b.      Kebersihan lingkungan
Tingkat kesadaran untuk hidup sehat dan bagaimana mereka untuk mempertahankan serta memelihara kebersihan lingkungan disekitarnya rata-rata sudah ada, tetapi untuk mensosialisasikan tentu tidak mudah. Hal ini dapat diatasi dengan menggalakan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan disekitar rumah masing-masing warga, sehingga kebersihan rumah dan kesehatan lingkungan dapat terjaga.

3.      Bidang Ekonomi
Secara umum, kegiatan ekonomi di Dusun Dwi Karya Bhakti sudah cukup baik. Mayoritas masyarakat Dusun Dwi Karya Bhakti bekerja sebagai petani, buruh kerja, karyawan, PNS, wiraswasta atau pedagang, dan jasa lainnya. Selain itu masalah yang terkait pemberdayaan sumber daya manusia dan sumber daya alamnya yang belum terlalu optimal dan merata sehingga salah satu program yang dilakukan adalah dengan mengadakan penyuluhan di bidang perkebunan yaitu mengenai pengembangan pembibitan hasil perkebunan (seperti karet dan sawit) sehingga masyarakat dapat lebih menyadari dan mengembangkan sumber daya lokal yang ada secara maksimal dan mandiri disetiap lapisan masyarakat.


4.      Bidang Lingkungan
Dalam bidang lingkungan, permasalahan yang muncul yaitu masyarakat di Dusun Dwi Karya Bhakti tidak memiliki sarana dan prasarana dalam hal membuang sampah. Tidak adanya tempat pembuangan sampah atau TPS menjadi kendala utama dalam hal kebersihan lingkungan di Desa.
Pembuangan sampah baik organik maupun anorganik dilakukan dengan cara membuang sampah ke kebun dan dibakar. Hal demikian menjadikan lingkungan di daerah Dwi Karya Bhakti menjadi kotor, pencemaran udara dan sumber bibit penyakit.
Berdasarkan permasalahan diatas dan potensi yang dimiliki, KKN TEMATIK POSDAYA yang dilaksanakan di Dusun Dwi Karya Bhakti Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo berusaha untuk merencanakan, mengelola, mengevaluasi dan memecahkan permasalahan kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lingkunagan dalam usaha memberdayakan masyarakat guna mengembangkan potensi yang dimiliki desa untuk meningkatkan kesejahteraan hidup sehingga tercipta masyarakat yang lebih sehat, sejahtera dan mandiri. Dalam hal ini tentu sangat diperlukan peran serta, dukungan, dan bantuan dari berbagai pihak baik masyarakat, pemerintah maupun swasta sangat menentukan keberhasilan terwujudnya serangkaian program dusun baik fisik maupun nonfisik yang telah kami rencanakan.

1.3.  Tujuan dan Kegunaan
A.    Tujuan
1)      Mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga melalui keterlibatan dalam masyarakat yang secara langsung menemukan, merumuskan, memecahkan, dan menanggulangi permasalahan pembangunan secara interdisipliner.
2)      Mahasiswa dapat memberikan upaya pemikiran berdasarkan ilmu teknologi dalam upaya menemukan, mempercepat gerak serta mempersiapkan kader-kader pembangunan yang berkualitas tinggi.
3)      Perguruan tinggi dapat menghasilkan sarjana pengisi teknostruktural dalam masyarakat yang lebih menghayati kondisi gerak dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dalam melaksanakan pembangunan.
4)      Meningkatkan hubungan antara Perguruan Tinggi dengan Pemerintah Daerah, Instansi Teknis dan Masyarakat sehingga dapat lebih berperan dalam menyelesaikan kegiatan pendidikan serta penelitian dengan tuntutan masyarakat yang sedang membangun.
5)      Menggali serta menumbuhkan potensi swadaya masyarakat sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa dan negara.
6)      Melalui pemberdayaan bidang pendidikan anak-anak TPQ menjadi lebih aktif dalam belajar menuntut ilmu agama.
7)      Melalui pemberdayaan bidang kesehatan anak diharapkan nantinya akan menjadi remaja yang produktif, aktif dan sehat jasmani rohani sehingga dapat menjadi remaja harapan bangsa.
8)      Melalui pemberdayaan bidang ekonomi diharapkan masyarakat mempunyai tambahan penghasilan demi mencukupi kebutuhan sehari-hari, selain itu akan memunculkan jiwa kewirausahaan.
9)      Melalui pemberdayaan lingkungan hidup desa menjadi lebih teduh dan menjadi lebih bersih sehingga para warga akan lebih terjamin kesehatannya dan penyebaran penyakit dapat dicegah.

B.     Kegunaan
Secara teoritis, manfaat yang timbul dari kegiatan KKN TEMATIK POSDAYA ini adalah :
1)      Mahasiswa lebih mengetahui tentang program POSDAYA sebagai forum komunikasi, silaturahmi, advokasi, penerangan dan pendidikan, sekaligus wadah kegiatan penguatan fungsi keluarga secara terpadu.
2)      Masyarakat menjadi paham tentang program POSDAYA
Sedangkan secara praktis, manfaat kegiatan KKN POSDAYA adalah:
1)      Mahasiswa dapat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat untuk mengembangkan dan memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah.
2)      Masyarakat menjadi lebih aktif dalam rangka memberdayakan keluarga untuk mencapai MDGs yang maksimal.

1.4.   Penentuan Sasaran
Sasaran dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) POSDAYA UNIGAL periode II tahun 2013 ini adalah warga Dusun Sindangkasih Desa Purwodadi dengan uraian sebagai berikut :

NO
KEGIATAN
SASARAN
KETERANGAN
1.
Bid. Pendidikan dan Keagamaan
Anak-anak
TK dan PAUD serta SAD
2.
Bid. Kesehatan dan Lingkungan
Balita, Remaja dan lansia/Warga
Posyandu/Kampung Pasir Putih
3.
Bid. Ekonomi, Perkebunan dan Peternakan
Warga
Kelompok Tani
4.
Sarana, Prasaran dan administrasi Desa
Perangkat Dusun
Papan nama Jalan, Prangkat Dusun, dan ADM dusun serta Struktur Dusun.

5.
Bid. Pemuda dan Olah raga
Pemuda-Pemudi
Volly Ball

Tabel 1. Penentuan sasaran program KKN TEMATIK POSDAYA




1.5.   Metode yang digunakan
Dalam kegiatan KKN POSDAYA ini kami mengumpulkan data-data yang dibutuhkan menggunakan berbagai teknik pengumpulan data. Hal ini dimaksudkan agar data yang kami peroleh benar-benar akurat dan tepat sasaran.
Berikut ini adalah teknik yang kami gunakan :
a.        Kajian Pustaka
Dalam hal ini kami menelaah data-data dan informasi dari profil desa.
b.       Observasi
Teknik ini kami gunakan dengan mendatangi lokasi agar informasi yang didapatkan benar-benar objektif.
c.        Wawancara mendalam
Wawancara kami lakukan dengan berbicara langsung dengan pihak-pihak yang bersangkutan.

















BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI

2.1. Letak dan Luas
Dwi Karya Bhakti merupakan Dusun Swasembada awal yang terletak tidak jauh dari pusat Pemerintahan Kecamatan Pelepat, jarak Dusun dengan pusat Pemerintahan Kecamatan + 2 km, + 45 km ke Pusat Kabupaten Bungo yaitu Muara Bungo, + 270 km ke Provinsi Jambi.
           Dusun Dwi Karya Bhakti memiliki wilayah seluas + 25.000 Ha, Secara administratif, batas Dusun Dwi Karya Bhakti adalah sebagai berikut :
·         Sebelah Utara : Berbatasan dengan Dusun Danau
·         Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Dusun Rantau Keloyang
·         Sebelah Barat : Berbatasan dengan Dusun Balai Jaya
·         Sebelah Timur : Berbatasan dengan Dusun Koto Royo Kabupaten Merangin

2.2. Sistem Pemerintahan, Kelembagaan Desa menurut Peraturan
Pemerintah Daerah Nomor 9 Tahun 2007
Secara Administrasi Dusun Dwi Karya Bhakti menganut sistem Kelembagaan Pemerintahah Desa. Adapun susunan struktur pemerintahan Dusun Dwi Karya Bhakti adalah sebagai berikut :
  1. RIO                                         : Hermanto
  2. Sekretaris Desa                       : Hermawan
  3. Bendahara                               : Adi Permana
  4. Kaur Pembangunan                 : Agung Poyo widodo
  5. Kaur Pemerintahan                 : Santoso
  6. Kaur Umum                            : Endah S
  7. Kadus Pasir Putih                   : Sarwadi
  8. Kadus Talang tembang           : Dartak
  9. Kadus Lintas Jaya                   : Suparjo
  10. Kadus Bukit Apit                   : Samsuri
  11. Kadus Bukit Baru                   : Al-Amri

Badan Permusyawarahan Desa (BPD) merupakan elemen penting dalam pelaksanaan Pemerintahan serta Koordinasi dalam rangka Pelaksanaan Pembangunan serta fungsi Pemerintahan yang lainnya. Badan Permusyawaraahan Desa (BPD) merupakan sebuah badan atau lembaga Permusyawaraan yang dibentuk sebagai badan aspirasi dan lembaga perwakilan warga masyarakat desa.
Badan Permusyawarahaan Desa (BPD) merupakan mitra kerjasama pemerintahan desa dan berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa. Dengan dibentuknya Badan Permusyawarahan Desa (BPD) diharapkan roda pemerintahaan dapat berjalan dengan lancar, pembangunan serta pelayanan masyarakat dapat terlaksana dengan baik. BPD memiliki lama masa bakti selama 4 tahun.
Adapun susunan pengusus Badan Permusyawarahan Desa ( BPD ) Desa Tambaksari adalah sebagai berikut :
1.      Ketua BPD                 : Solihin
2.      Wakil BPD                  : Haruner
  1. Sekretaris                    : Hari muharianto
  2. Anggota                      : - Basuki
  - Sutarno

Adapun Dusun Dwi Karya Bhakti dibagi menjadi 5 Kampung, 10 RT dengan pembagian sebagai berikut :
a.       Kampung Pasir Putih dibagi menjadi 2 RT
  1. Kampung Talang Tembang 2 RT
  2. Kampung Lintas Jaya dibagi menjadi 2 RT
  3. Kampung Bukit Apit dibagi menjadi 2 RT
  4. Kampung Bukit Baru dibagi menjadi 2 RT




2.1. Dinamika Perekonomian Masyarakat
Masyarakat Dusun Dwi Karya Bhakti pada umumnya termasuk masyarakat petani yang produktif. Hal tersebut bisa dilihat dari jumlah perkebunan yang luas dan hampir disetiap kepala keluarga mempunyai kebun sendiri. Berikut adalah data-data perekonomian masyarakat Dusun Dwi Karya Bhakti.

Data Perekonomian Masyarakat Dusun Dwi Karya Bhakti

No.
Jenis Usaha
Jumlah
Keterangan
1
Rumah tangga pengrajin
1 Keluarga
Home industri
2
Pertambangan
2 keluarga
Buruh pertambangan
3
Perkebunan
530 Keluarga
Petani/pekebun
4
Sektor perdagangan
5 orang
Wirausaha
Tabel 2. Data Perekonomian Masyarakat desa Tambaksari

2.4      Dinamika Dusun
Dusun Dwi Karya Bhakti pada akhir tahun 2014 memiliki jumlah penduduk sekitar 1.831 jiwa.

Gambaran penduduk Dusun Dwi Karya Bhakti menurut tingkat pendidikan :
No
Pendidikan
Jumlah
1
TK
42 Orang
2
SD ( tamat )
850 Orang
3
SD ( Tidak tamat )
23 Orang
4
SLTP ( Tamat )
827 Orang
5
SLTP ( Tidak tamat )
34 Orang
6
SMA ( Tamat )
793 Orang

Tabel 3. Gambaran penduduk Desa Tambakssari menurut tingkat pendidikan
Gambaran Penduduk Dusun Dwi Karya Bhakti menurut mata pencaharian :

No.
Pekerjaan
Jumlah
1
Perkebunan
1.759 rang
2
Buruh
21 orang
3
PNS
26 orang
4
Peternakan
9 keluarga
5
Pengrajin
1 orang
6
Jasa dan perdagangan
10 orang

Tabel 4. Gambaran Penduduk Desa Tambaksari menurut mata pencaharian

Selain data-data di atas ada juga kelompok masyarakat yang bergerak dibidang keagamaan, kelompok tani, dan kelompok kesenian. Dalam rangka kelancaran pelaksanaan pemerintahan di Dusun Dwi Karya Bhakti, wilayah desa dibagi menjadi beberapa wilayah. Dusun Dwi Karya Bhakti, dalam tataran Rukun Warga ( RW )/Kampung dan Rukun Tetangga ( RT ) terbagi menjadi 5 Kampung dan 10 RT. Pembagian ini dimaksudkan untuk mempermudah koordinasi dan pembinaan diberbagai bidang kehidupan masyarakat, baik bidang sosial maupun pembangunan dan pemerintahan.











BAB III
PELAKSANAAN KUKERTA TEMATIK POSDAYA
           
Sesuai dengan landasan dan panduan pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik POSDAYA Universitas Muara Bungo Tahun Akademik 2015/2016, Tim KKN Posdaya UMB yang diterjunkan di Dusun Dwi Karya Bhakti, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo telah merencanakan dan melaksanakan beberapa program kerja yang terbagi ke dalam 5 bidang utama yakni, Bidang Pendidikan dan Keagamaan, Bidang Ekonomi Pertanian dan Peternakan, Bidang Lingkungan hidup dan Kesehatan, Bidang Sarana,Prasarana dan Administrasi Desa, Bidang Pemuda dan Olahraga.
Adapun perincian pelaksanaan program dan kegiatan Kukerta Tematik Posdaya Universitas Muara Bungo di Dusun Dwi Karya Bhakti Terlampir.
3.1. Matrik Program Kerja Posdaya dan Tahap-Tahap Kegiatan
Nama Kecamatan                                                : Pelepat
Nama Desa                                                          : Dusun Dwi Karya Bhakti
Nama Kampung/Jumlah Kampung sasaran         : Pasir Putih / 1 (satu)     
Jumlah RT/RW                                                    : 2 RT/ 1  RW
Target Posdaya yang dibentuk                            : 1 Posdaya
Nama Ketua Kelompok                                       : Jamaldi
Jumlah Anggota Kelompok                                 : 14 Orang
Mulai Bekerja Tanggal                                        : 10-08-2015 s.d 23-09-2015










3.2. Deskripsi dan Realisasi Program Kukerta Tematik Posdaya
A.       Bidang Pendidikan dan Keagamaan
a.    Latihan baris berbaris (LBB) tingkat SD
b.   Latihan menari tingkat SD
c.    Berpartisipasi dalam kegiatan Pemberian beasiswa untuk siswa/pelajar suku anak dalam (SAD) di SDN 198
d.   Mengajar di SD dan PAUD
e.    Mengajar mengaji dan baca tulis untuk siswa/pelajar suku anak dalam (SAD).

Salah satu program prioritas dibidang pendidikan dan keagamaan yang kami laksanakan yaitu :
Program prioritas:
Mengajar baca tulis untuk siswa/pelajar suku anak dalam (SAD)
Waktu dan lokasi :
23 Agustus 2015 di Perumahan SAD di Dusun Dwi Karya Bhakti
Sasaran kegiatan :
Sasaran kegiatan ini adalah anak-anak di Suku anak Dalam (SAD)
Hasil Pelaksanaan Kegiatan :
Kegiatan ini mendapat tanggapan yang antusias dan dapat terlaksana dengan lancar.

B.        Bidang Lingkungan hidup dan Kesehatan
a.    Penghijaun di perumahan suku anak dalam (SAD)
b.   Jum’at bersih
c.    Pembuatan TOGA
d.   Penyuluhan kesehatan ibu dan anak
e.    Penyuluhan narkoba.


Salah satu program prioritas dibidang lingkungan hidup dan kesehatan yang kami laksanakan yaitu :
Program prioritas:
Penghijaun dengan penanaman bibit buah-buahan di perumahan suku anak dalam (SAD)
Waktu dan lokasi :
12 September 2015 di Perumahan SAD di Dusun Dwi Karya Bhakti
Sasaran kegiatan :
Sasaran kegiatan ini adalah lingkungan perumahan Suku anak Dalam (SAD)
Hasil Pelaksanaan Kegiatan :
Kegiatan ini mendapat tanggapan yang antusias dan dapat terlaksana dengan lancar.

C.    Bidang Sarana,Prasarana dan Administrasi Desa
a.       Penyuluhan Administrasi Desa
b.      Pembuatan papan nama
c.       Pembuatan struktur Desa,struktur BPD, Program pokok PKK, Monografi Desa.
Salah satu program prioritas dibidang sarana prasarana dan administrasi desa yang kami laksanakan yaitu :
Program prioritas:
Penyuluhan Administrasi Desa
Waktu dan lokasi :
05-06 September 2015 di Balai Dusun Dwi Karya Bhakti
Sasaran kegiatan :
Sasaran kegiatan ini adalah perangkat Dusun dan masyarakat Dwi Karya Bhakti
Hasil Pelaksanaan Kegiatan :
Kegiatan ini mendapat tanggapan yang antusias dan dapat terlaksana dengan lancar.



D.    Pemuda dan Olahraga
a.    Tournament Volly ball putra-putri
b.   Pengaktifan permainan Sepak takraw
c.    Pembuatan lapangan Batminton di perumahan suku anak dalam (SAD)
d.   Pengaktifan permainan football/sepak bola
e.    Lomba balap karung, permainan memindahkan kelereng, makan kerupuk tingkat anak-anak dalam memeriahkan HUT RI Ke 7
Salah satu program prioritas dibidang pemuda dan olahraga yang kami laksanakan yaitu :
Program prioritas:
Lomba balap karung, permainan memindahkan kelereng, makan kerupuk tingkat anak-anak dalam memeriahkan HUT RI Ke 7
Waktu dan lokasi :
18 Agustus 2015 di Balai Dusun Dwi Karya Bhakti
Sasaran kegiatan :
Sasaran kegiatan ini adalah anak-anak SD dikampung pasir putih Dusun Dwi Karya Bhakti
Hasil Pelaksanaan Kegiatan :
Kegiatan ini mendapat tanggapan yang antusias dan dapat terlaksana dengan lancar.

E.     Bidang Ekonomi, Pertanian dan Peternakan
a.    Pemberdayaan kelompok tani
b.   Penyuluhan pertanian
c.    Pelatihan Memasak Kue Pisang & Singkong crispy
Salah satu program prioritas dibidang ekonomi, pertanian dan peternakan yang kami laksanakan yaitu :
Program prioritas:
Pelatihan Memasak Kue Pisang & Singkong crispy
Waktu dan lokasi :
13 September 2015 di Balai Adat Suku Anak Dalam (SAD)
Sasaran kegiatan :
Sasaran kegiatan ini adalah Ibu-ibu Suku Anak Dalam (SAD) di Dusun Dwi Karya Bhakti, agar masyarakat SAD dapat memanfaatkan potensi yang ada, seperti hasil pertanian singkong dan pisang untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan di masa mendatang.
Hasil Pelaksanaan Kegiatan :
Kegiatan ini mendapat tanggapan yang antusias dan dapat terlaksana dengan lancar.
























BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
Kesimpulan yang bisa diambil dari Kukerta Tematik Posdaya Universitas Muara Bungo di Dusun Dwi Karya Bhakti Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo yang dilaksanakan sejak tanggal 10 Agustus – 23 September 2015 antara lain :
1.   Secara umum program fisik maupun non fisik kegiatan Kukerta posdaya dapat terlaksana dengan baik dan mendapatkan antusias yang sangat luar bisa dari masyarakat.
2.   Kegiatan KKN Tematik Posdaya di Dusun Dwi Karya Bhakti mendapat sambutan yang baik dari masyarakat setempat yang diwujudkan dengan memberikan dukungan moril demi kelancaran pelaksanaan kegiatan KKN TEMATIK POSDAYA.
3.   Kepala Desa, Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat, serta para pemuda pemudi mempunyai hubungan yang baik, loyalitas, dedikasi yang tinggi demi membangun Dusun Dwi Karya Bhakti.

5.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penyusun mencoba memberikan  saran demi kemajuan Desa Tambaksari, yaitu sebagai berikut :
1.      Perlu adanya tindak lanjut dari kegiatan KKN TEMATIK POSDAYA sehingga masyarakat dapat mengembangkan lebih lanjut hasil dari program-program kerja tim KKN POSDAYA.
2.      Perlu pembinaan remaja dan karang taruna untuk menunjang pembangunan Dusun Dwi Karya Bhakti melalui forum dan lembaga yang telah terbentuk.
3.      Perlunya pembinaan dan peningkatan pengetahuan dalam kewirausahaan yang merupakan upaya untuk meningkatkan potensi secara optimal bagi warga Dusun Dwi Karya Bhakti.
4.      Perlunya penyuluhan dan peningkatan pengetahuan atau keterampilan tentang kesehatan, perkebunan, dan wirausaha sehingga masyarakat dapat mandiri dalam bidang kesehatan dan perekonomian.












































DAFTAR PUSTAKA

            Pemerintah Dusun Dwi Karya Bhakti. Form isian data monografi ( data desa )

            Panitia Pelaksana KKN Posdaya. Buku Panduan Kuliah Kerja Nyata Tematik Posdaya. Universitas Muara Bungo. Muara Bungo. 2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Silahkan Tinggalkan Komentar Anda"