Selasa, 21 Oktober 2014

Makalah Perpetaan Fakultas Teknik Pertambangan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang
Dalam mendukung kegiatan penambangan disuatu wilayah maka akan dibutuhkan berbagai informasi, untuk itulah peta sangat berperan penting dalam memberikan informasi berbagai hal yang dapat digunakan sebagai acuan dalam proses penambangan. Salah satu kegiatan awal dari penambangan yaitu prospeksi dan eksplorasi, dimana pada tahap ini akan dilakukan berbagai kegiatan. Salah satunya yaitu kegiatan pemetaan guna memperoleh informasi tentang keterdapatan suatu bahan galian serta lokasi endapan yang prospek untuk ditambang.
Pemetaan pada suatu wilayah merupakan hal yang di anggap sangat penting, sebab pemetaan merupakan kegiatan yang akan menghasilkan suatu gambaran di suatu wilayah, baik itu di bidang Sudut, Jarak, Azimuth. Di dalam dunia pertambangan pemetaan digunakan sebagai peta kemajuan tambang. Peta kemajuan tambang di ukur untuk melihat kemajuan tambang baik itu kemajuan perhari, perbulan, maupun pertahun, gunanya adalah melihat perbandingan kemajuan tambang dan umur tambang serta mendesign perencanaan tambang.
Ilmu perpetaan merupakan suatu hal yang sangat penting, tidak hanya dalam industri pertambangan saja, tetapi dalam berbagai bidang sangat berperan penting dalam mendukung suatu kegiatan.

1.2. Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah yang dapat dianalisis dari latar belakang permasalah yaitu :
1.   Apakah pengertian peta secara umum dan bagaimana fungsinya dalam kegiatan penambangan ?
2.   Apa saja jenis-jenis peta yang ada dan komponen apa saja yang terdapat didalam suatu peta ?
3.   Serta apa manfaat dari adanya peta ?

1.3. Batasan masalah
Adapun batasan masalah dalam pembuatan makalah ini adalah membahas tentang pengertian peta, fungsi, jenis-jenis peta dan manfaat dari  peta itu sendiri serta unsur-unsur apa saja yang terdapat didalam peta.

1.4. Tujuan dan manfaat
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah Agar mahasiswa dapat memahami tentang pengertian peta, fungsi dan jenis-jenis peta serta unsur-unsur yang terdapat didalam peta.
Adapun manfaat dari penulisan Makalah ini adalah agar dapat dijadikan referensi dan acuan bagi mahasiswa teknik pertambangan Universitas Muara Bungo untuk dapat memahami tentang peta secara keseluruhan.


                                                                                         

















BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian peta
      Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Istilah peta berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Namun secara umum pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu.Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi. Banyak peta mempunyai skala, yang menentukan seberapa besar objek pada peta dalam keadaan yang sebenarnya. Kumpulan dari beberapa peta disebut atlas.
Berikut pengertian peta dari para ahli.
1.      Menurut ICA (International Cartographic Association)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixV9Goa574tJgIz2BV04Im8ekwSYBq5iu21BCznl5skOgH0BB3_ySP3TZvB_TIg3MxnEQXMsmnN3TtZXW5173Nx3oYzJ7ktsK9d8I24x1M6aeG5pJOhEVBQeHX42QYuQsABlOA8K71cg/s320/05-peta-asia-tenggara.jpg            Peta adalah gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari pemukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa, yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil/diskalakan.
2.      Menurut Aryono Prihandito (1998)
            Peta adalah gambaran permukaaan bumi dengan skala tertentu, digambar pada bidang datar melalui system proyeksi tertentu.
3.      Menurut Erwin Rainsz (1948)
            Peta adlah gambaran konvensional dari ketampakan muka bumi yang diperkecil seperti ketampakannya kalau dilihat vertikal dari atas, dibuat pada bidang datar dan ditambah tulisan-tulisan sebagai penjelas.
4.      Menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal 2005)
            Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan pada tingkatan pembangunan.
            Dewasa ini sudah dikenal adanya peta digital (Digital Map), yaitu peta yang berupa gambaran permukaan bumi yang diolah dengan bantuan media komputer. Biasanya peta digital ini dibuat dengan menggunakan software GIS (Geography Information System). Ilmu yang mempelajari tentang peta dan pemetaan disebut dengan kartografi dan orang yang ahli dalam bidang peta dan pemetaan disebut kartograf.

2.2.   Jenis-jenis peta
1.   Berdasarkan Sumber Datanya
a.    Peta Induk (Basic Map)
        Peta induk yaitu peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan. Peta induk ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pembuatan peta topografi, sehingga dapat dikatakan pula sebagai peta dasar (basic map). Peta dasar inilah yang dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan peta-peta lainnya.
b.   Peta Turunan
        Peta turunan yaitu peta yang dibuat berdasarkan pada acuan peta yang sudah ada, sehingga tidak memerlukan survei langsung ke lapangan. Peta turunan ini tudak bisa digunakan sebagai peta dasar.
2.   Berdasarkan isi Data yang disajikan
a.    Peta Umum
        Peta umum yaitu peta yang menggambarkan semua unsur topografi di permukaan bumi, baik unsur alam maupun unsur buatan manusia, serta menggambarkan keadaan relief permukaan bumi yang dipetakan. Peta umum dibagi menjadi 3, sebagai berikut :
1.      Peta Topografi: peta yang menggambarkan permukaan bumi lengkap dengan reliefnya. Penggambaran relief permukaan bumi ke dalam peta digambar dalam bentuk garis kontur. Garis kontur yaitu garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian yang sama.
Garis Kontur

Sifat-sifat garis kontur pada peta topografi antara lain sebagai berikut.
a.       Semakin rapat jarak antargaris kontur, menunjukan semakin curam daerah tersebut. Begitu juga sebaliknya, bila jarak antargaris konturnya jarang, maka tempat tersebut adalah landai.
b.      Bila ditemukan ada garis kontur yang bergigi, hal tersebut menunjukkan di daerah tersebut terdapat depresi atau lembah.
2. Peta korografi: peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaaan bumi yang bersifat umum, dan biasanya berskala sedang. Contoh peta chorografi adalah atlas.
3. Peta Dunia: Peta umum yang berskala sangat kecil dengan cakupan wilayah yang sangat luas.
b.   Peta Tematik
        Peta tematik yaitu peta yang menggambarkan informasi dengan tema tertentu/khusus. Misal peta Geologi, peta pegunungan lahan, peta persebaran objek wisata, peta kepadatan penduduk, dan sebagainya. Salah satu contoh peta Tematik yaitu peta pegunungan lahan. Peta ini merupakan peta yang khusus menunjukan persebaran penggunaan lahan suatu wilayah yang dipetakan. Perhatikan contoh peta penggunaan lahan di bawah ini.
Peta Pegunungan Lahan

3.   Peta berdasarkan bentuk/Simetrisnya
a.  Peta datar atau peta dua dimensi, atau peta biasa, atau peta planimetri yaitu peta yang berbentuk datar dan pembuatannya pada bidang datar seperti kain. Peta ini digambarkan menggunakan perbedaan warna atau simbol dan lainnya.
b. Peta timbul atau peta tiga dimensi atau peta stereometri, yaitu peta yang dibuat hampir sama dan bahkan sama dengan keadaan sebenarnya di muka bumi. Pembuatan peta timbul dengan menggunakan bayangan 3 dimensi sehingga bentuk–bentuk muka bumi tampak seperti aslinya.
c.  Peta digital, merupakan peta hasil pengolahan data digital yang tersimpan dalam komputer. Peta ini dapat disimpan dalam disket atau CD-ROM. Contoh: citra satelit, foto udara.
d.    Peta garis, yaitu peta yang menyajikan data alam dan kenampakan buatan manusia dalam bentuk titik, garis, dan luasan.
e.  Peta foto, yaitu peta yang dihasilkan dari mozaik foto udara yang dilengkapi dengan garis kontur, nama, dan legenda.
4.   Berdasarkan Skalanya.
           Skala peta tidak hanya menunjukkan perbandingan jarak di peta dengan jarak di lapangan (misalnya untuk mengukur jarak di lapangan atau menghitung luas suatu areal), tetapi juga menunjukkan ketelitian geometris dan detail dari unsur dan informasi yang disajikan. Semakin besar skala peta, maka semakin teliti dan semakin detail unsur dan informasi yang disajikan, demikian pula sebaliknya.
a.    Peta Kadaster/teknik
        Peta ini mempunyai skala sangat besar antara 1 : 100 - 1 : 5.000 peta kadaster ini sangat rinci sehingga banyak digunakan untuk keperluan teknis, misalnya untuk perencanaan jaringan jalan, jaringan air, dan sebagiannya.
b.   Peta skala besar
        Peta ini mempunyai skala antara 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000. Biasanya peta ini digunakan untuk perencanaan wilayah.
c.    Peta skala sedang
        Peta ini mempunyai skala antara 1 : 250.000 sampai 1 : 500.000.
d.   Peta skala kecil
        Peta ini mempunyai skala antara 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000.
e.    Peta Geografi/Dunia
        Peta ini mempunyai skala lebih kecil dari 1 : 1.000.000.

2.3. Unsur-unsur peta ( komponen )
     Peta merupakan alat bantu dalam menyampaikan suatu informasi keruangan. Berdasarkan fungsi tersebut maka sebuah peta hendaknya dilengkapi dengan berbagai macam komponen/unsur kelengkapan yan bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam membaca/menggunakan peta. Beberapa komponen kelengkapan peta yang secara umum banyak ditemukan pada peta misalnya adalah:
1. Judul
        Mencerminkan isi sekaligus tipe peta. Penulisan judul biasanya di bagian atas tengah, atas kanan, atau bawah. Walaupun demikian, sedapat mungkin diletakkan di kanan atas.
2. Legenda
            Legenda adalah keterangan dari simbol-simbol yang merupakan kunci untuk memahami peta.

Pengertian Peta Fungsi Jenis Bentuk
Gambar : contoh legenda
3. Orientasi/tanda arah
            Pada umumnya, arah utara ditunjukkan oleh tanda panah ke arah atas peta. Letaknya di tempat yang sesuai jika ada garis lintang dan bujur, koordinat dapat sebagai petunjuk arah.
4. Skala
            Skala adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak sesungguhnya di lapangan. Skala ditulis di bawah judul peta, di luar garis tepi, atau di bawah legenda. Skala dibagi menjadi 3, yaitu:
a.       Skala angka. Misalnya 1 : 2.500.000. artinya setiap 1 cm jarak dalam peta sama dengan 25 km satuan jarak sebenarnya.
b.      Skala garis. Skala ini dibuat dalam bentuk garis horizontal yang memiliki panjang tertentu dan tiap ruas berukuran 1 cm atau lebih untuk mewakili jarak tertentu yang diinginkan oleh pembuat peta.
c.       Skala verbal, yakni skala yang ditulis dengan kata-kata.
5.   Simbol
Peta Simbol peta adalah tanda atau gambar yang mewakili kenampakan yang ada permukaan bumi yang terdapat pada peta kenampakannya, jenis-jenis simbol peta antara lain:
a.       Simbol titik, digunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional
b.      Simbol garis, digunakan untuk menyajikan data yang berhubungan dengan jarak
c.       Simbol area, digunakan untuk mewakili suatu area tertentu dengan simbol yang mencakup area tertentu
d.      Simbol aliran, digunakan untuk menyatakan alur atau gerak.
e.       Simbol batang, digunakan untuk menyatakan suatu harga/dibandingkan dengan harga/nilai lainnya.
f.       Simbol lingkaran, digunakan untuk menyatakan kuantitas (jumlah) dalam bentuk prosentase.
g.      Simbol bola, digunakan untuk menyatakan volume, makin besar simbol bola menunjukkan volume semakin besar dan sebaliknya makin kecil simbol bola berarti volume semakin kecil.
6.   Warna Peta
Warna peta digunakan untuk membedakan kenampakan atau objek di permukaan bumi, memberi kualitas atau kuantitas simbol di peta, dan untuk keperluan estetika peta. Warna simbol dalam peta terdiri dari 9 warna, yaitu:
a.    Warna hijau
hijau menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian kurang dari 200 m. Biasanya bentuk muka bumi yang terdapat pada ketinggian < 200 m didominasi olah dataran rendah. Dataran rendah di Jawa terdapat di sepanjang pantai utara dan pantai selatan.
b.   Warna Merah
Warna Merah Menunjukan Jalan Kreta Api / Gunung Aktif Warna Merah Sering Di Jumpai di Peta Suatu Provinsi.
c.    Warna hijau muda
Warna hijau muda menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian antara 200-400 m di atas permukaan laut. Bentuk muka bumi yang ada di daerah ini berupa daerah yang landai dengan disertai bentuk-bentuk muka bumi bergelombang dan bukit. Penyebaran bentuk muka ini hampir menyeluruh di atas dataran rendah.

d.   Warna kuning
        Warna kuning menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian antara 500-1000 m di atas permukaan laut. Bentuk muka bumi yang ada di daerah ini didominasi oleh dataran tinggi dan perbukitan dan pegunungan rendah. Penyebaran dari bentuk muka bumi ini berada di bagian tepi-tengah dari Provinsi Jawa Tengah dan paling luas di sebelah tenggara Kabupaten Sukoharjo.
e.    Warna cokelat muda
        Warna cokelat muda menunjukkan daerah yang mempunyai ketinggian antara 1000-1500 m di atas permukaan air laut. Bentuk muka bumi yang dominan di daerah ini berupa pegunungan sedang disertai gunung-gunung yang rendah. Penyebaran dari bentuk muka ini berada di bagian tengah dari Jawa Tengah, seperti di sekitar Bumiayu, Banjarnegara, Temanggung, Wonosobo. Salatiga dan Tawangmangu.
f.    Warna cokelat
        Warna cokelat menunjukkan daerah yang mempunyai ketinggian lebih dari 1500 m di atas permukaan air laut. Bentuk muka bumi di daerah ini didominasi oleh gunung-gunung yang relatif tinggi. Penyebaran dari gunung-gunung tersebut sebagian besar di bagian tengah dari Jawa Tengah.
g.   Warna biru keputihan
Warna biru menunjukkan warna kenampakan perairan. Warna biru keputihan menunjukkan wilayah perairan yang kedalamannya kurang dari 200 m. Bentuk muka bumi dasar laut di wilayah ini didominasi oleh bentuk lereng yang relatif landai. Zona di wilayah ini disebut dengan zona neritik. Penyebaran dari zona ini ada di sekitar pantai. Di wilayah perairan darat warna ini menunjukkan danau atau rawa. Di Wonogiri terdapat Waduk Gajahmungkur, di Bawen terdapat Rawapening, di sekitar Kebumen terdapat waduk Wadaslinang dan Sempor dan masih ada beberapa waduk kecil lainnya.
h.   Warna biru muda
      Warna biru muda menunjukkan wilayah perairan laut yang mempunyai kedalaman antara 200-2000 m. Bentuk muka bumi dasar laut di wilayah ini didominasi oleh bentukan lereng yang relatif terjal.
i.     Warna biru tua
      Warna biru tua menunjukkan wilayah perairan laut dengan kedalaman lebih dari 2000 m. Bentuk muka bumi dasar laut di sekitar Pulau Bali pada kedalaman > 2000 m sulit untuk diketahui dan tidak bisa diinterprestasikan dari peta. Namun biasanya bentuk muka bumi pada laut dalam dapat berupa dataran, lubuk laut, drempel dan palung laut. Bentuk muka bumi seperti ini juga tidak tergambar dalam peta umum.
7.   Tipe Huruf (Lettering)
            Lettering berfungsi untuk mempertebal arti dari simbol-simbol yang ada. Macam penggunaan letering:
a.    Obyek Hipsografi ditulis dengan huruf tegak, contoh: Surakarta
b.      Obyek Hidrografi ditulis dengan huruf miring, contoh: Laut Jawa
8.   Garis Astronomis
Garis astronomis terdiri atas garis lintang dan garis bujur yang digunakan untuk menunjukkan letak suatu tempat atau wilayah yang dibentuk secara berlawanan arah satu sama lain sehingga membentuk vektor yang menunjukan letak astronomis.
9.   Inset
Inset adalah peta kecil yang disisipkan di peta utama. Macam-macam inset antara lain:
a.       Inset penunjuk lokasi, berfungsi menunjukkan letak daerah yang belum dikenali
b.      Inset penjelas, berfungsi untuk memperbesar daerah yang dianggap penting
c.       Inset penyambung, berfungsi untuk menyambung daerah yang terpotong di peta utama
10.  Garis Tepi Peta Garis tepi peta merupakan garis untuk membatasi ruang peta dan untuk meletakkan garis astronomis, secara beraturan dan benar pada peta.
11.  Sumber dan Tahun Pembuatan
Sumber peta adalah referensi dari mana data peta diperoleh.
12.  Garis Lintang dan Garis Bujur
Garis lintang adalah garis yang melintang dari arah barat - timur atau dari arah timur - barat Garis bujur adalah garis yang membujur dari arah utara - selatan atau selatan - utara.

2.4.    Fungsi peta
Adapun fungsi dari peta yaitu :
a.    Menunjukkan posisi atau lokasi relatif ( letak suatu tempat dalam hubungannya dengan tempat lain ) di permukaan bumi.
b.   Memperlihatkan atau menggambarkan bentuk-bentuk permukaan bumi (misalnya bentuk benua dan gunung) sehingga dimensi terlihat dari peta.
c.    Menyajikan data tentang potensi suatu daeah.
d.   Memperlihatkan ukuran, karena melalui peta dapat diukur luas daerah dan jarak-jarak di atas permukaan bumi.

2.5.      Manfaat peta
Peta memiliki manfaat yang bermacam-macam sesuai dengan jenis peta yang digunakan. Secara umum manfaat peta adalah:
·      Menunjukkan lokasi suatu tempat di permukaan bumi
·      Menggambarkan luas dan bentuk berbagai fenomena geografi
·      Untuk mengetahui kenampakan muka bumi baik yang bersifat fisik (sungai, gunung, persebaran vegetasi) maupun sosial budaya (persebaran sawah, persebaran pemukiman, persebaran industri).
·      Sebagai alat untuk memasukkan data yang ditemukan di lapangan.
·      Alat peraga dan alat pelaporan hasil penelitian.

2.6.    Tangga konversi satuan
tangga.JPG
tangga-konversi-satuan-panjang.jpg

























BAB III
PENUTUP

3.1.   Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa peta merupakan alat bantu dalam menyampaikan suatu informasi keruangan. peta terdiri dari beberapa jenis dengan fungsi yang berbeda-beda.
 Berdasarkan fungsi tersebut maka sebuah peta hendaknya dilengkapi dengan berbagai macam komponen atau unsur kelengkapan yang bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam membaca atau menggunakan peta. beberapa kompanen dalam peta yaitu judul peta, legenda, tanda arah, skala, simbol, warna peta, insert, dan kompanen lainnya.

3.2.   Saran
Sebagai mahasiswa teknik pertambangan kita dituntut untuk menguasai berbagai disiplin ilmu yang berhubungan dengan aktivitas penambangan, salah satunya yaitu ilmu perpetaan, karena peta sangat berperan penting dalam memberikan informasi tentang keadaan, lokasi dan sebaran suatu bahan galian.

Demi perbaikan Makalah ini kedepannya, kami menyadari bahwa penulisan Makalah yang berjudul “pengertian peta, fungsi dan jenis-jenis peta” ini jauh dari kata sempurna. Untuk itu kami berharap adanya kritikan dan saran dari pembaca, khususnya mahasiswa teknik pertambangan Universitas Muara Bungo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Silahkan Tinggalkan Komentar Anda"