Selasa, 10 Januari 2017

Proposal Judul Penelitian Teknik Pertambangan



PERBANDINGAN CYCLE TIME ALAT ANGKUT ANTARA PERHITUNGAN TEORITIS DENGAN AKTUAL DILAPANGAN
PADA PENGGALIAN BATUBARA DI PT. BARATAMA REZEKI ANUGERAH SENTOSA UTAMA DUSUN LEBAN
KECAMATAN RANTAU PANDAN
KABUPATEN BUNGO
PROVINSI JAMBI

PROPOSAL PENELITIAN TUGAS AKHIR



Oleh :

JAMALDI
121016131201010



PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUARA BUNGO
MUARA BUNGO
TAHUN 2017

PERBANDINGAN CYCLE TIME ALAT ANGKUT ANTARA PERHITUNGAN TEORITIS DENGAN AKTUAL DILAPANGAN

PADA PENGGALIAN BATUBARA DI PT. BARATAMA REZEKI ANUGERAH SENTOSA UTAMA DUSUN LEBAN
KECAMATAN RANTAU PANDAN
KABUPATEN BUNGO
PROVINSI JAMBI


PROPOSAL PENELITIAN TUGAS AKHIR
Diajukan Sebagai Salah Satu
Syarat Dalam Menyelesaikan Program S1
Teknik Pertambangan

Oleh :
JAMALDI
121016131201010






PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUARA BUNGO
MUARA BUNGO
TAHUN 2017
KATA PENGANTAR


Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan YME yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal Tugas Akhir ini yang berjudul “ Perbandingan Cycle Time Alat Angkut Antara Perhitungan Teoritis Dengan Aktual Dilapangan Pada Penggalian Batubara “
Proposal ini dibuat untuk memenuhi syarat tugas akhir pada Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Muara Bungo.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih  yang sebesar-besarnya kepada:
1.    Bapak Ir. Azdy Elfistoni, M.T. selaku Dekan Fakultas Teknik
2.    Bapak Marliantoni, S.T. selaku Ketua Program Studi Teknik Pertambangan
3.    Ibuk Dwi Ayu Putri, S.T. Selaku dosen Pembimbing I
4.    Bapak Eri Prabowo, S.T. Selaku dosen Pembimbing II
5.    Dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebut satu persatu

Penulis menyadari Proposal Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran sangat diharapkan demi perbaikan dimasa yang akan datang. Semoga Proposal ini dapat bermanfaat bagi kita semua.


Muara Bungo,    Januari 2017
                                                                                                                       
Penulis


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
PT. BRASU adalah salah satu perusahaan penambangan batu bara yang beroperasi di kecamatan rantau pandan, kabupaten bungo provinsi jambi. Dalam kegaiatan penambangan batubara PT. BRASU menggunakan metode penambangan Strip Mining dengan system konvensional yaitu excavator untuk pemuatan dan Truck untuk pengangkutan. Salah satu penentu keberhasilan metode penambangan ini adalah seberapa besar produktivitas peralatan mekanis tersebut dapat dimanfaatkan seefektif dan seefisien mungkin dalam melakukan pekerjaan agar hasil yang diperoleh optimal.
Untuk mencapai produktivitas yang efektif dan efisien maka penulis perlu mengkaji dan menganalisa waktu edar ( cycle time ) dari alat mekanis yang nantinya akan menunjang tercapainya produktivitas alat mekanis tersebut, factor – factor lain seperti keadaan front kerja juga dikaji terkait pengaruhnya terhadap besar produktivitas yang dihasilkanoelh alat mekanis tersebut.
Ditempat front penambangan batubara dan masing – masing jalan tentu memiliki variasi lingkungan yang berbeda, tentu hal ini bisa membuat pengaruh terhadap  operasi coal getting dan pengangkutan alat mekanis, secara teknis pengaruh ini tentu juga akan menjadikan sebuah penyusutan dalam pencapain target produksi perusahaan.
1.2  Rumusan Masalah
Permasalahan yang dapat ditinjau pada penelitian, sbb :
1.      Berapa nilai CT Secara Teori.
2.      Berapa nilai CT secara actual.
3.      Berapa produktivitas secara Teori dan Aktual.
4.      Bagaimana perbandingan antara produktivitas actual dan produktivitas teoritis untuk mengetahui apakah produktivitas actual sudah sesuai dengan perhitungan teoritis.

1.3  Batasan Masalah
Secara teoritis, tingkat produksi suatu tambang dipengaruhi oleh beberapa factor. Pembahsan masalah ini hanya dibatasi oleh beberpa factor yaitu waktu edar, waktu hambatan, kondisi aktual dilapangan, kondisi alat pada saat pengamatan dalam kondisi baik dan dapat beroperasi.

1.4  Tujuan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian Tugas Akhir ini antara lain :
1.      Membandingkan besar cycle time alat angkut secara actual dan teoritis.
2.      Membandingkan nilai produktivitas actual dan teoritis.
3.      Mengetahui hambatan pada area front loading dan area dumping.
4.      Menentukan perbaikan nilai cycle time.

1.5  Manfaat Penelitian Tugas Akhir
Dengan adanya kegiatan penelitian tugas akhir ini ada beberpa Mamfaat yang dapat diperoleh, diantaranya :
1.      Bagi Mahasiswa
a.       Mendapatkan pengalaman serta pengetahuan tambahan mengenai kegiatan penambangan di dunia kerja.
b.      Dapat mengenal dan memahami wujud dan karaktristik peralatan – peralatan pertambangan yang di gunakan.
c.       Dapat memahamii dan mengambarkan system kerja alat serta jenis – jenis alat yang digunakan di lokasi tambang tempat mahasiswa melakukan Penelitian.



2.      Bagi Perusahaan
a.       Mengetahui permasalahan yang terjadi dalam kegiatan penambangan.
b.      Memperoleh saran dan masukan atau solusi tentang permasalahan yang terjadi.
c.       Dapat dijadikan bahan pertimbangan atau usulan untuk meningkatkan produksi maupun program yang akan dilaksanakan.
3.      Bagi Pemerintah
Manfaat yang diperoleh pemerintah adalah sebagai informasi kegiatan penambangan yang dilakukan perusahaan didaerah tersebut serta menyediakan dokumen studi kasus.






















BAB II
METODE PENELITIAN


2.1  Metode Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Dimana penelitian deskriptif analisis dilakukan hanya sampai taraf deskripsi yaitu menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematik agar lebih mudah untuk dipahami dan disimpulkan. Penelitian kuantitatif menekankan analisinya pada data numeric (angka) yang diolah dengan menggunakan metode statistika, serta analisis terhadap dinamika hubungan antar fenomena yang diamati dengan menggunakan logika ilmiah.

2.2  Bentuk Kegiatan Penelitian
Dalam pembuatan laporan ini, diperlukan data yang dijadikan sebagai dasar penulisan. Adapun sumber-sumber penulisan tersebut diperoleh dari :
1.      Teknik pengambilan data
a)      Studi iterature yang mendukung kegiatan penelitian dilapangan sehingga didapatkan data-data yang bersifat sekunder.
b)      Observasi (penelitian) lapangan, yaitu kegiatan pengamatan langsung terhadap masalah yang akan dibahas. Adapun data – data yang diamati secara langsung dilapangan, yaitu :
1)      Waktu hambatan kerja.
2)      Waktu edar dari alat gali dan muat batubara.
3)      Waktu edar dari alat angkut batubara.
c)      Data dari laporan Wawancara dan pengumpulan data, yaitu kegiatan pengambilan atau langsung di lapangan dan pengumpulan Perusahaan.
2.      Teknik pengolahan data, yaitu kegiatan pengolahan data yang didapat dari lapangan maupun iterature Perusahaan. Dengan menggunakan rumus-rumus produksi dan produktivitas alat muat dan alat angkut serta Match Factor.
Teknik analisa, yaitu mengevaluasi dari hasil pengolahan data yang didapat dari produktivitas antara alat muat dan alat angkut dengan mempertimbangkan nilai Match Factor yang didapat

2.3  Waktu dan Tempat Penelitian

RENCANA WAKTU DAN JADWAL KEGIATAN
No.
Tanggal
Kegiatan
Catatan
1
15 Januari 2017
Kedatangan di perusahaan
Tanggal dan lama kegiatan ini dapat berubah sesuai kondisi perusahaan
2
15 Januari  s/d 16 Januari  2017
Orientasi lapangan
3
17 Januari s/d 30 Januari 2017
Kegiatan pengambilan data dilapangan dan data yang sudah ada di perusahaan
4
31 Januari s/d 15 Februari 2017
Pengolahan data dan penyusunan laporan
Catatan :  Jadwal dapat disesuaikan dengan kesepakatan dan ketentuan pihak perusahaan PT. Baratama Rezeki Anugerah Sentosa Utama (BRASU)






2.4  Kerangka Pikir Penelitian
PENGAMBILAN DATA
PENGAMATAN LAPANGAN
 PERBANDINGAN CYCLE TIME ALAT ANGKUT ANTARA PERHITUNGAN TEORITIS DENGAN AKTUAL DILAPANGAN PADA PENGGALIAN BATUBARA.
STUDI  LITERATUR
Kesimpulan dan Saran
PENGOLAHAN DATA
-    Perhitungan Produktivitas cycle time secara teoritis dan actual.
-     
DATA SEKUNDER
-    Topografi dan  Lithology.
-    Jenis dan Spesifikasi Alat
-    Teori Rancangan Teknis Penambangan.
-    Populasi alat mekanis
-    Rimpul Alat Mekanis

DATA PRIMER
-    Dokumentasi Lapangan
-    Waktu edar alat angkut & muat
-    Factor Isi Bucket
-    Rolling Ressistance %
-    Grade Resistance dan Grade Asistence
-     
ANALISIS DATA
-       Membandingkan perhitungan produktivitas secara teoritis dan  actual.





























Gambar 2.1 Bagan Alir Penelitian
BAB III
LANDASAN TEORI

3.1  Faktor – factor yang mempengaruhi Produktivitas alat
Kegiatan penambangan selalu berhubungan dengan alat-alat mekanis. Faktor yang mempengaruhi produksi alat-alat mekanis tersebut adalah sebagai berikut :
1.   Tahanan Gali ( Digging Resistance )
Adalah tahanan yang dialami oleh alat-alat pada waktu melakukan penggalian meliputi :
a)   Gesekan antara alat gali dan Tanah.
b)   Kekerasan tanah/batuan.
c)   Kekasaran dan ukuran butiran tanah atau material yang digali.
2.      Tahanan Guling/ Tahanan Gelinding ( Rolling Resistance )
Tahanan guling/ tahanan gelincir (Rolling Resistance, biasa disingkat RR) merupakan segala gaya-gaya lyar yang berlawanan arah dengan arah gerak kendaraan yang sedang berjalan di atas suatu jalur.
Bagian yang mengalami Rolling Resistance (RR) secara langsung adalah ban bagian luar kendaraan, tahanan guling (RR) tergantung pada banyak faktor, diantaranya yang terpenting adalah:
a.    Keadaan jalan (kekerasan dan kemulusan permukaan jalan); semakin keras dan mulus atau rata jalan tersebut, maka tahanan gulingnya (RR) semakin kecil.
b.   Keadaan ban yang bersangkutan dan permukaan jalur jalan. Jika memakai ban karet, maka yang berpengaruh adalah ukuran, tekanan, dan permukaan dari ban alat berat yang digunakan; apakah ban luar masih baru, atau sudah gundul, dan bagaimana model kembangan ban itu. Jika menggunakan Crawler yang berpenaruh adalah kondisi jalan.

Besarnya RR dinyatakan dalam pounds (lbs) dan Rimpull yang diperlukan untuk menggerakkan tiap gross ton berat kendaraan beserta isinya pada jalur mendatar, dan dengan kondisi jalan tertentu.
Gambar 3.1 : Arah Tahanan Gulir ( RR )
Pada prakteknya menentukan RR sangat sukar dilakukan, sebab dipengaruhi oleh ukuran dan tekanan ban, serta kecepatan kendaraan. Untuk perhitungan praktis RR dapat dihitung menggunakan rumus:

RR = CRR x Berat Kenderaan beroda
Keterangan :
RR = Tahanan Guling (lbs/ gross ton)
CRR = Koefisien Tahanan Guling (lihat Tabel: 3.1)

Tabel 3.1 : Angka Tahanan Gulir dinyatakan dalam persen (%)
Sumber: Prodjosumarto & Rochmanhadi (1992)
Keadaan bagian kendaraan yang berkaitan dengan permukaan jalur jalan :
a)   Kalau memakai ban karet yang akan berpengaruh adalah ukuran ban, tekanan dan keadaan permukaan bannya apakah masih baru atau gundul dan macam kembangan pada ban tersebut.
b)   Jika memakai crawler track maka keadaan dan macam track kurang berpengaruh tetapi yang lebih berpengaruh adalah keadaan jalan.

Tabel 3.1 : Angka-Angka Tahanan Gulir Untuk Berbagai Macam Jalan

Macam Jalan
Crawler Type (lb/ton)
Ban Karet
Tek. Ban Tinggi
Tek. Ban Rendah
Rata-Rata
1. Smooth concrete
55
35
45
40
2. Good aspalt
60 – 70
40 – 65
50 – 60
45 – 60
3. Hard earth, smooth, well maintained
60 – 80
40 – 70
50 – 70
45 – 70
4. Dirt road, average construction road, little  maintenance
70 – 100
90 – 100
80 – 100
85 – 100
5. Dirt road, soft, rutted, poorly maintained
80 – 110
100 – 140
70 – 100
85 – 120
6. Earth, muddy, rutted, no maintenance
140 – 180
180 – 220
150 – 220
165 – 210
7. Loose sand and gravel
160 – 200
260 – 290
220 – 260
240 – 275
8. Earth, very muddy & soft
200 – 240
300 – 400
280 – 340
290– 370


3.      Rimpull/ Tractive Pull/ Tractive Effort/ Drawbar Pull
Merupakan besarnya kekuatan tarik (pulling force) yang dapat diberikan oleh mesin suatu alat kepada permukaan jalur jalan atau ban penggeraknya yang menyentuh permukaan jalur jalan. Bila coeffisien of traction cukup tinggi untuk menghindari terjadinya selip maka rimpull maksimum adalah fungsi dari tenaga mesin (HP) dan gear ratios (persnelling) antara mesin dan roda-rodanya, tetapi jika selip maka rimpull maksimum akan sama dengan besarnya tenaga pada roda penggerak dikalikan coeffisien of traction.

HP x 375 x effesiensi mesin
RP =
—————————————-

kecepatan, mph
Rimpull biasanya dinyatakan dalam pounds (lbs) dan dihitung dengan rumus :
a.        
b.       
c.        
d.       

Dimana            :
RP       = Rimpull atau kekuatan tarik (lb)
HP       = Tenaga mesin, HP
375            = Angka konversi
Istilah rimpull itu hanya dipakai untuk kendaraan yang beroda ban karet, untuk yang memakai roda rantai (crawler track) maka istilah yang dipakai ialah drawbar pull (DBP).
Kecepatan Maksimum Pada Tiap-Tiap Gigi (Gear)
Kendaraan Roda Ban Karet 140 HP
Crawler Track/Tractor 15 ton
Kecepatan (mph)
RP (lb)
Kecepatan (mph)
RP (lb)
3,25
13.730
1,72
28.019
7,10
6.285
2,18
22.699
12,48
3.576
2,76
17.265
21,54
2.072
3,50
13.769
33,86
1.319
4,36
10.074


7,00
5.579

4.      Percepatan (Acceleration)
Merupakan waktu yang diperlukan untuk mempercepat gerak kendaraan dengan memakai kelebihan rimpull yang tidak digunakan untuk menggerakkan kendaraan pada keadaan jalur jalan tertentu. Lamanya waktu yang diperlukan untuk mempercepat gerak kendaraan tergantung dari beberapa faktor yaitu :
a.       Berat kendaraan, semakin berat maka semakin lama waktu yang digunakan untuk mempercepat gerak kendaraan.
b.      Kelebihan rimpull yang ada, semakin besar rimpull yang berlebihan semakin cepat kendaraan itu dapat dipercepat. Jadi kalau kelebihan rimpull itu tidak ada maka percepatan pun tidak akan timbul artinya kendaraan tersebut tidak bisa dipercepat.Untuk menghitung percepatan secara tepat dapat diperkirakan dengan rumus newton yaitu :

W


Fg
F =
—— α
atau
α =

g


W
Dimana :
F          = Kelebihan rimpull (lbs)
g          = Percepatan karena gaya grafitasi (32,2 ft per sec2)
W        = Berat alat yang harus dipercepat (lbs)
Cara lain untuk menghitung percepatan secara tidak langsung adalah dengan menghitung kecepatan rata-ratanya. Rumus sederhana yang dipakai adalah :
Kecepatan rata-rata   =   Kecepatan maximal   x   Faktor kecepatan
Faktor kecepatan dipengaruhi jarak yang ditempuh kendaraan, semakin jauh jaraknya maka semakin besar factor kecepatan kendaraan tanpa memperhatikan bagaimana keadaan jalur jalan yang dilalui.
Faktor Kecepatan
Jarak Yang Ditempuh (ft)
Faktor Kecepatan
500 – 1.000
0,46 – 0,78
1.000 – 1.500
0,59 – 0,82
1.500 – 2.000
0,65 – 0,82
2.000 – 2.500
0,69 – 0,83
2.500 – 3.000
0,73 – 0,83
3.000 – 3.500
0,75 – 0,84
3.500 – 4.000
0,77 – 0,85

5.      Tahanan Kemiringan (Grade Resistance)
Grade Resistance (GR) adalah besarnya gaya berat yang melawan atau membantu gerak kendaraan karena kemiringan jalur jalan yang dilalui. Jika jalur jalan itu naik disebut kemiringan positif, Tahanan Kemiringan atau Grade Resistance (GR) akan menalwan gerak kendaraan; tetapi sebaliknya, jika jalan itu turun disebut kemiringan negatif, tahanan kemiringan akan membantu gerak kendaraan.

Gambar 3.2 : Tahanan Kemiringan (GR)
Tahanan kemiringan tergantung pada dua faktor yaitu:
Ø   Besarnya kemiringan (dinyatakan dalam %)
Ø   Berat kendaraan itu sendiri (dinyatakan dalam Gross-ton).
Biasanya tahanan kemiringan dihitung sebagai berikut:
a.    Tiap kemiringan 1% besarnya tahanan kemiringan rata-rata = 20 lbs dari besarnya kekuatan tarik mesin yang digunakan untuk menggerakkan ban yang menyentuh permukaan jalur jalan. Besarnya dihitung untuk tiap gross-ton berat kendaraan beserta isinya.

3.2  Alat muat ( loading unit )
Untuk pengambilan dan pemuatan material keatas keatas alat angkut ( lori, damp truck, dsb ) diperguanakan alat – alat muat yang sangat banyak macam – macamnya, karena keadaan lapangan kerjanya pun sangat bermacan – macam. Yang sudah dikenal sampai saat ini atau yang umum dipakai  dalam pekerjaan pemindahan tanah mekanis salah satu adalah backhoe. ( Ir.  Partanto Prodjosumo, 1996 – 102 ).
Backhoe adalah adalah alat penggali yang cocok untuk menggali parit atau saluran – saluran. Gerakan bucket atau dipper dari  backhoe pada saat menggali arahnya adalah kearah badan ( body ) backhoe itu sendiri . jadi tidak seperti power shovel dimana arah penggalinya menjauh badan ( body ) power shovel. ( Ir. Yanto Indonesia, M.Sc – 34 )

3.3  Waktu Edar
a.    Edar alat gali muat
Waktu Merupakan penjumlahan dari waktu menggali, waktu ayun bermuatan, waktu menumpahkan material dan waktu ayunan kosong.

CT = DgT + SlT + DpT + SeT
(Nurhakim, panduan kuliah lapangan 2004: 23)
Keterangan :
CT =  waktu edar alat gali muat                                       ( Detik )
Dgt            = waktu menggali (digging)                                  ( Detik )
SlT            =  waktu ayunan bermuatan(swing loaded)    ( Detik )
DpT           =  waktu menumpahkan material (dumping)            ( Detik )
SeT            =  waktu ayunan kosong  (swing empty)         ( Detik )

b. Faktor – factor yang mempengaruhi waktu edar alat – alat mekanis.
1.   Berat isi
Berat muatan di tambah berat dalam berat dalam keadaan tanpa muatan  yang akan berpengaruh terhadap kelincahan alat.
2.   Kondisi tempat kerja.
Tempat kerja yang luas dan kering akan meningkatkan kelancaran dan keleluasaan gerak alat, sehingga akan memperkecil waktu edar alat angkut.
3.    Jenis Material
Karena perbedaan kekerasan dari material yang akan digali sangat bervariasi. Maka sering dilakukan pengelompokkan sebagai berikut:
a.       Lunak (soft) atau mudah digali (easy digging), misalnya tanah atas atau top soil, pasir (sand), lempung pasiran (sandclay).
b.      Agak keras atau Medium hard digging, misalnya tanah liat atau lempung (clay) yang basah dan lengket.
c.       Sukar digali atau keras (hard digging), misalnya batu sabak (slate), material yang kompak (compacted material).
d.      Sangat sukar digali atau sangat keras (very hard digging) atau batuan segar (fresh rock) yang memerlukan pemboran dan peledakan sebelum dapat digali, misalnya batuan beku segar (fresh igneous rock), batuan malihan segar (fresh metamorphic rock).

4.   Kondisi jalan angkut
Kemiringan dan lebar jalan angkut baik dijalan maupun pada tikungan sangat berpengaruh terhadap lalu lintas jalan angkut. Apabila kondisi jalan sudah mempengaruhi syarat, maka akan memperlancar jalanya lalu lintas alat angkut, sehingga akan memperkecil waktu edar.

3.4  Faktor isian mangkuk ( Bucket FillFactor )
Faktor isian mangkuk merupakan perbandingan antara kapasitas nyata material yang akan masuk kedalam mangkuk dengan kapasitas teoritis dari alat muat tersebut yang dinyatakan dalam persen. Faktor isian mangkuk ini mnunjukan bahwa semakin besar produktivitas alat muat tersebut. Faktor pengisian dipengaruhi oleh kapasitas mangkuk, jenis, dan sifat material. Untuk menghitung faktor isian digunakan persamaan :
FF =  x 100 %
(Sumber : Perhitungan Biaya Peralatan (Rochmanhadi, 1992 hal: 14)  )
Keterangan
FF = faktor isian ( fill factor )
Vn = volume nyata (  )
Vt = volume teoritis (  )
3.5  Faktor pengembangan ( swell factor )
Apabila material digali dari tempat aslinya maka akan terjadi pengembangan volume (swell). Untuk menyatakan besarnya pengembangan volume dikenal dengan dua istilah yaitu :
a.    faktor pengembangan ( swell factor )
b.   Persen pengembangan ( persent swell )
Pengembangan volume suatu material perlu diketahui karena yang diperhitungkan pada penggalian selalu didasarkan pada kondisi material sebelu digali. Sedangkan material yang ditangani ( dimuat untuk diangkut ) selalu material telah mengembang.
Untuk menghitung swell factor dan persent swell berdasarkan densitas  ( kerapatan ) menggunakan persamaan pada volume yang sama :
SF =   x 100 %

       PS =  x 100%

(Sumber : Partanto, 2005:184  )

3.6  Efisiensi Kerja
Efisiensi kerja adalah penilaian terhadap pelaksanaan suatu pekerjaan atau merupakan perbandingan antara waktu yang dipakai untuk bekerja dengan waktu yang tersedia. Untuk menghitung, digunakan pengertian persentase waktu kerja efektif ( %We ).
           
  Dan efisiensi kerja dapat dihitung dengan persamaan:
           
(Sumber: Partanto Projosumarto, Pemindahan Tanah Mekanis (1993) )
Keterangan:
EK              = Efisiensi kerja ( % )
Wke            = Waktu kerja efektif
Wht             = Waktu hambatan yang tidak dapat dihindari
Wkt             = Waktu kerja yang tersedia ( menit )
Whd            = Waktu hambatan yang dapat dihindari

Waktu kerja yang sering terhambat, disebabkan karena:
1)      Hambatan–hambatan yang dapat dihindari ( Avoidable Delays )
a.       Waktu alat kerja (terlambat)
b.      Waktu istirahat lebih lama
c.       Waktu operasi
d.      Waktu persiapan pulang lebih awal
2)      Hambatan–hambatan yang tidak dapat dihindari ( Unavoidable     Delays )
a.       Pengisian bahan bakar, ganti oli, service rutin
b.      Checkingdan pemanasan unit
c.       Pengaruh cuaca.

Beberapa faktor yang mempengaruhi penilaian terhadap efisiensi kerja antara lain:
1)   Waktu kerja sesungguhnya
             Waktu kerja penambanganadalah jumlah hari kerja ykang digunakan untuk melakukan kegiatan penambangan yang meliputi penggalian,pemuatan, pengangkutan dan peremukan. Efisiensi kerja akan semakin besar apabila banyaknya waktu kerja nyata untuk penambangan semakin mendekati jumlah waktu yang tersedia.

2)   Hambatan-hambatan yang terjadi
           Dalam kenyataan di lapangan akan terjadi hambatan-hambatan baik yangdapat dihindari maupun yang tidak dapat dihin        dari,sehingga akan   berpengaruh terhadap besar kecilnya efisiensi kerja. Jika jumlah jam kerja dapat dimanfaatkan secara efektif, maka diharapkan produksi dari alat muat dan alat angkut dapat optimal.
3)   Jam perawatan ( Repair Hours )
           Waktu kerja yang hilang karna menunggu saat perbaikan termasuk juga waktu untuk penyediaan suku cadang ( Spare Parts ) serta untuk perawatan rutin seperti service berkala, pelumasan dan sebagainya.
     b. Efisiensi Alat
            Merupakan tingkat prestasi kerja alat yang digunakan untuk melakukan produksi dari waktu yang tersedia.

Tabel 3.1 Efisiensi Keadaan Alat
Kondisi operasi alat
Pemeliharaan mesin
Baik sekali
Baik
Sedang
Buruk
Buruk sekali
Baik sekali
0,83
0,81
0,76
0,70
0,63
Baik
0,78
0,75
0,71
0,65
0,60
Sedang
0,72
0,69
0,65
0,60
0,54
Buruk
0,63
0,61
0,57
0,52
0,45
Buruk sekali
0,52
0,50
0,47
0,42
0,32
Sumber Ir. Rochmanhadi, 1983 : 22




1)      Mechanical Availability ( MA )
      Adalah faktor yang menunjukkan ketersediaan alat dengan memperhitungkan waktu kerja yang hilang untuk perbaikan karena alasan Mekanis. ( Ir. Partanto, 2005 :179 )
        MA =
2)      Use of Utilization ( UA )
Merupakan cara untuk menyatakan efisiensi kerja berdasarkan pada keadaan alat standby, karena suatu alasan selain alasan mekanis. ( Ir. Partanto, 2005 :180 )
      UA =
3)      Physicall Availability (PA)
      Merupakan tingkat kesediaan alat untuk melakukan kegiatan produksi dengan memperhitungkan kehilangan waktu karena alasan tertentu. Kesediaan fisik dapat dirumuskan sebagai berikut: ( Ir. Partanto, 2005 :181 )
      PA =
            =           
4)      Effective Utilization ( EU )
      Merupakan tingkat prestasi kerja alat, yaitu yang benar-benar digunakan untuk melakukan produksi dari waktu yang tersedia, dapat dirumuskan sebagai berikut: ( Ir. Partanto, 2005 :181 )
      EU            =
            =

  Keterangan
  R = Jumlah Jam perbaikan ( repair hours )
  W = Jumlah Jam kerja alat ( working hours )
  S = Jumlah jam standby ( Stand By hours )
  T = ( W + R + S )

3.7  Kemampuan Produksi Alat
Untuk menghitung produktivitas alat gali muat dan alat angkut, di tentukan dengan persamaan sebagai berikut.
1.      Produktivitas Alat Gali Muat
Untuk menentukan produktivitas Alat Gali Muat menggunakan persamaan dibawah ini ( Nurhakim, 2004:19).
                       
            Dimana:
                        q          =   Produksi per-cycle ( m3 )
                        q1        =   Bucket capacity/ Kapasitas bucket ( heaped ) ( m3 )
                        K         =   Bucket fill factor
Kemudian untuk menghitung produktivitas alat gali muat dapat menggunakan persamaan dibawah ini ( Nurhakim, 2004:20)
           
           Dimana:
                        Q         = Produktivitas per jam ( m3/ jam )
                        q          = Produksi per-cycle ( m3 )
                        Ctm     = Cycle time ( detik )
                        E          = Job efficiency atau faktor efisiensi
2.      Produktivitas Alat Angkut Dump Truck
            Produktivitas dari truk dipengaruhi oleh waktu siklusnya. Waktu siklus dump truck terdiri dari waktu pemuatan, waktu pengangkutan, waktu pembongkaran, waktu perjalanan dan waktu antri.
            Kemudian untuk perhitungan produktivitas alat angkut dapat menggunakan persamaan dibawah ini ( Nurhakim, 2004:23-24).
                        Ctm  =  t1 + t2 + t3 + t4 + t5
            Dimana:
                        Ctm     =  Cycle time dump truck ( menit )
               t1         =   Waktu Manuver
               t2         =   Waktu loading ( menit )                               
t3         =   Waktu travel muatan ( menit )
t4         =   Waktu dumping ( menit )
t5         =   Waktu travel kosongan ( menit ).
Adapun produksi per-cycle ( q ) dump truck dihitung berdasarkan rumus:
           
            Dimana:
                     q  =   Produksi per-cycle ( m3 )
                     n  =   Jumlah cycle pemuatan alat loading ke dump truck
                     q1 =   Bucket capacity / Kapasitas bucket ( heaped ) ( m3 )
                     K =   Bucket fill factor.
           
Dimana:
                        Q         =   Produktivitas atau produksi per-jam ( m3/ jam )
                        q          =   Produksi per-cycle atau kapasitas vessel ( heaped ) ( m3)
                        Cta      =   Cycle time ( detik )
                        E          =   Job efficiency atau faktor efisiensi.

3.8   Keserasian Kerja Alat
Agar terdapat hubungan kerja yang serasi antara alat gali muat dan alat angkut maka produksi alat muat harus sesuai dengan produksi alat angkut. Faktor keserasian dinyatakan dalam match factor ( MF )
Untuk melihat nilai keserasian kerja alat gali muat dan alat angkut dapat menggunakan persamaan sebagai berikut :

MF   =
( Sumber : Nurhakim, (2004:26) )
Keterangan :
MF      = match factor
Na       = jumlah alat angkut ( unit )
Nm      = jumlah alat muat ( unit )
CTm    = waktu edar alat muat, setelah dikalikan dalam bucket (n), ( menit )
CTa     = waktu edar alat angkut ( menit )

             Adapun penilaian adalah :
a.       MF < 1 artinya alat muat bekerja kurang dari 100 % sedangkan alat angkut bekerja 100 % sehingga terdapat waktu tunggu bagi alat muat.

Waktu tunggu alat muat adalah :
WTm =  – CTm
( Sumber : Nurhakim, (2004:26) )

Keterangan :
WTm         = waktu tunggu alat gali muat ( menit )
CTa           = waktu edar alat angkut ( menit )
Na             = jumlah alat angkut ( unit )
Nm            = jumlah alat gali muat ( unit )

b.      MF = 1 artinya alat muat dan alat angkut bekerja 100 %
c.       MF > 1 artinya alat muat bekerja 100 %  sedangkan alat angkut bekerja kurang dari 100 % sehingga terdapat waktu tunggu bagi alat angkut.

















BAB IV
PENUTUP

            Demikian proposal ini saya sampaikan agar pada proses selanjutnya dapat berguna sebagai kerangka acuan penelitian Tugas Akhir yang dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Muara Bungo. Saya harap kiranya perusahaan yang saya tuju ini dapat menyetujui dan menerima proposal Tugas Akhir ini. Untuk itu saya siap dan bersedia datang ke perusahaan guna memantapkan rencana Tugas Akhir ini selanjutnya setelah adanya persetujuan proposal ini.
Atas perhatian dan kesedian perusahaan untuk menerima pelaksanaan Tugas Akhir Mahasiswa Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Muara Bungo, saya ucapkan terima kasih.

4.1  Peserta
Peserta Penelitian Tugas Akhir ini adalah Mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Muara Bungo yang di sebut namanya dalam surat pengantar resmi, yaitu :
Nama              : JAMALDI
Npm                : 121016131201010
Cp                   : 0813 – 7321 - 9474
Email              : Jamaldigaharu@gmail.com










DAFTAR PUSTAKA


1.            Indonsianto. Y, 2005, Pemindahan Tanah Mekanis, UPN  ” Veteran ”
                             Yogyakarta
2.            Prodjosumarto, Partanto,1996, Pemindahan Tanah Mekanis, Institut  
                            Teknologi Bandung.
3.            Prodjosumarto, Partanto.(1993), Pemindahan Tanah Mekanis, Jurusan
                            Teknik Pertambangan, Institut Teknologi Bandung:           
                            Bandung.
4.            Tenrisukki. A, 2013, Seri Diktat Kuliah Pemindahan Tanah Mekanis, jakarta
                       :Guna Darma
5.            Nurhakim 2004, Panduan Kuliah Lapangan II, Edisi ke 2 PTM, Teknik
6.            Rochmanhadi, 1992, Perhitungan Biaya Peralatan ( hal: 14)


1 komentar:

  1. Soccer 100 - Sports toto, Betting Guide, Tips, Previews, Live
    Soccer 100 - Sports toto, 오래된 토토 사이트 Betting Guide, Tips, Previews, Live Scores, Match Results and Statistics.

    BalasHapus

"Silahkan Tinggalkan Komentar Anda"