PERBANDINGAN CYCLE TIME ALAT ANGKUT ANTARA
PERHITUNGAN TEORITIS DENGAN AKTUAL DILAPANGAN
PADA PENGGALIAN
BATUBARA DI PT. BARATAMA REZEKI ANUGERAH SENTOSA UTAMA DUSUN LEBAN
KECAMATAN RANTAU PANDAN
KABUPATEN BUNGO
PROVINSI JAMBI
PROPOSAL PENELITIAN
TUGAS AKHIR
Oleh
:
JAMALDI
121016131201010
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUARA BUNGO
MUARA BUNGO
TAHUN 2017
PERBANDINGAN CYCLE TIME ALAT ANGKUT ANTARA PERHITUNGAN
TEORITIS DENGAN AKTUAL DILAPANGAN
PADA PENGGALIAN
BATUBARA DI PT. BARATAMA REZEKI ANUGERAH SENTOSA UTAMA DUSUN LEBAN
KECAMATAN RANTAU PANDAN
KABUPATEN BUNGO
PROVINSI JAMBI
PROPOSAL PENELITIAN TUGAS AKHIR
Diajukan Sebagai Salah Satu
Syarat Dalam Menyelesaikan
Program S1
Teknik Pertambangan
Oleh :
JAMALDI
121016131201010
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUARA BUNGO
MUARA BUNGO
TAHUN 2017
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur penulis
panjatkan ke hadirat Tuhan YME yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal Tugas Akhir ini yang berjudul “ Perbandingan Cycle Time Alat Angkut Antara Perhitungan Teoritis Dengan Aktual
Dilapangan Pada Penggalian Batubara “
Proposal ini
dibuat untuk memenuhi syarat tugas akhir pada Program Studi Teknik Pertambangan,
Fakultas Teknik, Universitas Muara Bungo.
Pada
kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih
yang sebesar-besarnya kepada:
1.
Bapak Ir. Azdy Elfistoni, M.T. selaku Dekan Fakultas
Teknik
2.
Bapak Marliantoni, S.T.
selaku Ketua Program Studi Teknik Pertambangan
3.
Ibuk Dwi Ayu
Putri, S.T. Selaku dosen Pembimbing I
4.
Bapak Eri
Prabowo, S.T. Selaku dosen Pembimbing II
5.
Dan semua pihak yang tidak
dapat penulis sebut satu persatu
Penulis menyadari Proposal Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan,
oleh karena itu kritik dan saran sangat diharapkan demi
perbaikan dimasa yang akan datang. Semoga Proposal
ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Muara Bungo, Januari 2017
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT. BRASU adalah salah satu perusahaan
penambangan batu bara yang beroperasi di kecamatan rantau pandan, kabupaten
bungo provinsi jambi. Dalam kegaiatan penambangan batubara PT. BRASU
menggunakan metode penambangan Strip
Mining dengan system konvensional yaitu excavator untuk pemuatan dan Truck untuk pengangkutan. Salah satu
penentu keberhasilan metode penambangan ini adalah seberapa besar produktivitas
peralatan mekanis tersebut dapat dimanfaatkan seefektif dan seefisien mungkin
dalam melakukan pekerjaan agar hasil yang diperoleh optimal.
Untuk mencapai produktivitas yang
efektif dan efisien maka penulis perlu mengkaji dan menganalisa waktu edar ( cycle time ) dari alat mekanis yang
nantinya akan menunjang tercapainya produktivitas alat mekanis tersebut, factor
– factor lain seperti keadaan front kerja juga dikaji terkait pengaruhnya
terhadap besar produktivitas yang dihasilkanoelh alat mekanis tersebut.
Ditempat front penambangan batubara dan
masing – masing jalan tentu memiliki variasi lingkungan yang berbeda, tentu hal
ini bisa membuat pengaruh terhadap
operasi coal getting dan
pengangkutan alat mekanis, secara teknis pengaruh ini tentu juga akan
menjadikan sebuah penyusutan dalam pencapain target produksi perusahaan.
1.2 Rumusan Masalah
Permasalahan yang dapat ditinjau
pada penelitian, sbb :
1.
Berapa nilai CT Secara Teori.
2.
Berapa nilai CT secara actual.
3.
Berapa produktivitas secara Teori dan
Aktual.
4.
Bagaimana perbandingan antara
produktivitas actual dan produktivitas teoritis untuk mengetahui apakah
produktivitas actual sudah sesuai dengan perhitungan teoritis.
1.3 Batasan Masalah
Secara teoritis, tingkat produksi suatu tambang
dipengaruhi oleh beberapa factor. Pembahsan masalah ini hanya dibatasi oleh
beberpa factor yaitu waktu edar, waktu hambatan, kondisi aktual dilapangan,
kondisi alat pada saat pengamatan dalam kondisi baik dan dapat beroperasi.
1.4 Tujuan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian Tugas Akhir ini
antara lain :
1.
Membandingkan besar cycle time alat
angkut secara actual dan teoritis.
2.
Membandingkan
nilai produktivitas actual dan teoritis.
3.
Mengetahui
hambatan pada area front loading dan area dumping.
4.
Menentukan perbaikan nilai cycle time.
1.5 Manfaat Penelitian Tugas Akhir
Dengan adanya kegiatan penelitian
tugas akhir ini ada beberpa Mamfaat yang dapat diperoleh, diantaranya :
1.
Bagi Mahasiswa
a.
Mendapatkan pengalaman serta pengetahuan
tambahan mengenai kegiatan penambangan di dunia kerja.
b.
Dapat mengenal dan memahami wujud dan karaktristik
peralatan – peralatan pertambangan yang di gunakan.
c.
Dapat memahamii dan mengambarkan system
kerja alat serta jenis – jenis alat yang digunakan di lokasi tambang tempat
mahasiswa melakukan Penelitian.
2.
Bagi Perusahaan
a.
Mengetahui permasalahan yang terjadi
dalam kegiatan penambangan.
b.
Memperoleh saran dan masukan atau solusi
tentang permasalahan yang terjadi.
c.
Dapat dijadikan bahan pertimbangan atau
usulan untuk meningkatkan produksi maupun program yang akan dilaksanakan.
3.
Bagi Pemerintah
Manfaat
yang diperoleh pemerintah adalah sebagai informasi kegiatan penambangan yang
dilakukan perusahaan didaerah tersebut serta menyediakan dokumen studi kasus.
BAB II
METODE PENELITIAN
2.1 Metode Penelitian
Penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Dimana penelitian
deskriptif analisis dilakukan hanya sampai taraf deskripsi yaitu menganalisis
dan menyajikan fakta secara sistematik agar lebih mudah untuk dipahami dan
disimpulkan. Penelitian kuantitatif menekankan analisinya pada data numeric (angka) yang diolah dengan
menggunakan metode statistika, serta analisis terhadap dinamika hubungan antar
fenomena yang diamati dengan menggunakan logika ilmiah.
2.2 Bentuk Kegiatan Penelitian
Dalam pembuatan
laporan ini, diperlukan data yang dijadikan sebagai dasar penulisan. Adapun
sumber-sumber penulisan tersebut diperoleh dari :
1. Teknik pengambilan data
a) Studi iterature yang mendukung kegiatan penelitian
dilapangan sehingga didapatkan data-data yang bersifat sekunder.
b) Observasi (penelitian) lapangan, yaitu kegiatan
pengamatan langsung terhadap masalah yang akan dibahas. Adapun data – data yang
diamati secara langsung dilapangan, yaitu :
1) Waktu hambatan kerja.
2) Waktu edar dari alat gali dan muat batubara.
3) Waktu edar dari alat angkut batubara.
c) Data dari laporan Wawancara dan pengumpulan data,
yaitu kegiatan pengambilan atau langsung di lapangan dan pengumpulan
Perusahaan.
2. Teknik pengolahan data, yaitu kegiatan pengolahan data
yang didapat dari lapangan maupun iterature Perusahaan. Dengan menggunakan
rumus-rumus produksi dan produktivitas alat muat dan alat angkut serta Match
Factor.
Teknik
analisa, yaitu mengevaluasi dari hasil pengolahan data yang didapat dari
produktivitas antara alat muat dan alat angkut dengan mempertimbangkan nilai
Match Factor yang didapat
2.3 Waktu dan Tempat Penelitian
RENCANA WAKTU DAN JADWAL KEGIATAN
No.
|
Tanggal
|
Kegiatan
|
Catatan
|
1
|
15 Januari 2017
|
Kedatangan di
perusahaan
|
Tanggal dan lama
kegiatan ini dapat berubah sesuai kondisi perusahaan
|
2
|
15 Januari
s/d 16 Januari 2017
|
Orientasi lapangan
|
|
3
|
17 Januari s/d 30 Januari 2017
|
Kegiatan pengambilan
data dilapangan dan data yang sudah ada di perusahaan
|
|
4
|
31 Januari s/d 15 Februari 2017
|
Pengolahan data dan penyusunan
laporan
|
Catatan : Jadwal dapat
disesuaikan dengan kesepakatan dan ketentuan pihak perusahaan PT.
Baratama Rezeki Anugerah Sentosa Utama (BRASU)
2.4 Kerangka Pikir
Penelitian
|
STUDI
LITERATUR
|
Kesimpulan dan Saran
|
PENGOLAHAN DATA
-
Perhitungan Produktivitas cycle time secara teoritis
dan actual.
-
|
DATA SEKUNDER
-
Topografi dan Lithology.
-
Jenis dan Spesifikasi Alat
-
Teori Rancangan Teknis
Penambangan.
- Populasi alat mekanis
- Rimpul Alat Mekanis
|
DATA PRIMER
- Dokumentasi Lapangan
- Waktu edar
alat angkut & muat
- Factor Isi Bucket
- Rolling Ressistance %
- Grade Resistance dan Grade Asistence
-
|
ANALISIS DATA
-
Membandingkan perhitungan produktivitas secara teoritis dan actual.
|
Gambar 2.1 Bagan Alir Penelitian
BAB III
LANDASAN TEORI
3.1 Faktor – factor yang mempengaruhi
Produktivitas alat
Kegiatan penambangan selalu berhubungan dengan
alat-alat mekanis. Faktor yang mempengaruhi produksi alat-alat mekanis tersebut
adalah sebagai berikut :
1.
Tahanan Gali ( Digging Resistance )
Adalah
tahanan yang dialami oleh alat-alat pada waktu melakukan penggalian meliputi :
a) Gesekan
antara alat gali dan Tanah.
b) Kekerasan
tanah/batuan.
c) Kekasaran dan ukuran butiran tanah atau material yang digali.
2.
Tahanan Guling/
Tahanan Gelinding ( Rolling Resistance )
Tahanan guling/ tahanan gelincir (Rolling Resistance, biasa
disingkat RR) merupakan segala gaya-gaya lyar yang berlawanan arah dengan arah
gerak kendaraan yang sedang berjalan di atas suatu jalur.
Bagian yang mengalami Rolling Resistance (RR) secara langsung
adalah ban bagian luar kendaraan, tahanan guling (RR) tergantung pada banyak
faktor, diantaranya yang terpenting adalah:
a. Keadaan jalan (kekerasan dan kemulusan permukaan jalan); semakin keras
dan mulus atau rata jalan tersebut, maka tahanan gulingnya (RR) semakin kecil.
b. Keadaan ban yang bersangkutan dan permukaan jalur jalan. Jika memakai
ban karet, maka yang berpengaruh adalah ukuran, tekanan, dan permukaan dari ban
alat berat yang digunakan; apakah ban luar masih baru, atau sudah gundul, dan
bagaimana model kembangan ban itu. Jika menggunakan Crawler yang
berpenaruh adalah kondisi jalan.
Besarnya RR dinyatakan dalam pounds (lbs) dan Rimpull yang diperlukan
untuk menggerakkan tiap gross ton berat kendaraan beserta isinya pada jalur
mendatar, dan dengan kondisi jalan tertentu.
Gambar
3.1 : Arah Tahanan Gulir ( RR )
Pada prakteknya menentukan RR sangat sukar dilakukan, sebab dipengaruhi
oleh ukuran dan tekanan ban, serta kecepatan kendaraan. Untuk perhitungan
praktis RR dapat dihitung menggunakan rumus:
RR = CRR x Berat Kenderaan beroda
Keterangan :
RR =
Tahanan Guling (lbs/ gross ton)
CRR =
Koefisien Tahanan Guling (lihat Tabel: 3.1)
Tabel 3.1 : Angka
Tahanan Gulir dinyatakan dalam persen (%)
Sumber: Prodjosumarto & Rochmanhadi (1992)
Keadaan
bagian kendaraan yang berkaitan dengan permukaan jalur jalan :
a)
Kalau memakai ban karet yang akan
berpengaruh adalah ukuran ban, tekanan dan keadaan permukaan bannya apakah
masih baru atau gundul dan macam kembangan pada ban tersebut.
b)
Jika memakai crawler track maka keadaan
dan macam track kurang berpengaruh tetapi yang lebih berpengaruh adalah keadaan
jalan.
Tabel 3.1 : Angka-Angka
Tahanan Gulir Untuk Berbagai Macam Jalan
Macam
Jalan
|
Crawler
Type (lb/ton)
|
Ban
Karet
|
||
Tek.
Ban Tinggi
|
Tek.
Ban Rendah
|
Rata-Rata
|
||
1.
Smooth concrete
|
55
|
35
|
45
|
40
|
2.
Good aspalt
|
60
– 70
|
40
– 65
|
50
– 60
|
45
– 60
|
3.
Hard earth, smooth, well maintained
|
60
– 80
|
40
– 70
|
50
– 70
|
45
– 70
|
4.
Dirt road, average construction road, little maintenance
|
70
– 100
|
90
– 100
|
80
– 100
|
85
– 100
|
5.
Dirt road, soft, rutted, poorly maintained
|
80
– 110
|
100
– 140
|
70
– 100
|
85
– 120
|
6.
Earth, muddy, rutted, no maintenance
|
140
– 180
|
180
– 220
|
150
– 220
|
165
– 210
|
7.
Loose sand and gravel
|
160
– 200
|
260
– 290
|
220
– 260
|
240
– 275
|
8.
Earth, very muddy & soft
|
200
– 240
|
300
– 400
|
280
– 340
|
290– 370
|
3.
Rimpull/ Tractive Pull/ Tractive
Effort/ Drawbar Pull
Merupakan
besarnya kekuatan tarik (pulling force) yang dapat diberikan oleh mesin suatu
alat kepada permukaan jalur jalan atau ban penggeraknya yang menyentuh
permukaan jalur jalan. Bila coeffisien of traction cukup tinggi untuk
menghindari terjadinya selip maka rimpull maksimum adalah fungsi dari tenaga
mesin (HP) dan gear ratios (persnelling) antara mesin dan roda-rodanya, tetapi
jika selip maka rimpull maksimum akan sama dengan besarnya tenaga pada roda
penggerak dikalikan coeffisien of traction.
HP x 375 x
effesiensi mesin
|
|
RP =
|
—————————————-
|
kecepatan, mph
|
Rimpull
biasanya dinyatakan dalam pounds (lbs) dan dihitung dengan rumus :
a.
b.
c.
d.
Dimana :
RP = Rimpull atau kekuatan tarik (lb)
HP = Tenaga mesin, HP
375
= Angka konversi
Istilah
rimpull itu hanya dipakai untuk kendaraan yang beroda ban karet, untuk yang
memakai roda rantai (crawler track) maka istilah yang dipakai ialah drawbar
pull (DBP).
Kecepatan
Maksimum Pada Tiap-Tiap Gigi (Gear)
Kendaraan
Roda Ban Karet 140 HP
|
Crawler
Track/Tractor 15 ton
|
||
Kecepatan
(mph)
|
RP
(lb)
|
Kecepatan
(mph)
|
RP
(lb)
|
3,25
|
13.730
|
1,72
|
28.019
|
7,10
|
6.285
|
2,18
|
22.699
|
12,48
|
3.576
|
2,76
|
17.265
|
21,54
|
2.072
|
3,50
|
13.769
|
33,86
|
1.319
|
4,36
|
10.074
|
7,00
|
5.579
|
||
4. Percepatan
(Acceleration)
Merupakan
waktu yang diperlukan untuk mempercepat gerak kendaraan dengan memakai
kelebihan rimpull yang tidak digunakan untuk menggerakkan kendaraan pada
keadaan jalur jalan tertentu. Lamanya waktu yang diperlukan untuk mempercepat
gerak kendaraan tergantung dari beberapa faktor yaitu :
a.
Berat kendaraan, semakin berat maka
semakin lama waktu yang digunakan untuk mempercepat gerak kendaraan.
b.
Kelebihan rimpull yang ada, semakin
besar rimpull yang berlebihan semakin cepat kendaraan itu dapat dipercepat.
Jadi kalau kelebihan rimpull itu tidak ada maka percepatan pun tidak akan
timbul artinya kendaraan tersebut tidak bisa dipercepat.Untuk menghitung
percepatan secara tepat dapat diperkirakan dengan rumus newton yaitu :
W
|
Fg
|
|||
F
=
|
—— α
|
atau
|
α
=
|
—
|
g
|
W
|
Dimana :
F = Kelebihan rimpull (lbs)
g = Percepatan karena gaya grafitasi
(32,2 ft per sec2)
W = Berat alat yang harus dipercepat (lbs)
Cara
lain untuk menghitung percepatan secara tidak langsung adalah dengan menghitung
kecepatan rata-ratanya. Rumus sederhana yang dipakai adalah :
Kecepatan rata-rata
= Kecepatan maximal x Faktor kecepatan
Faktor kecepatan dipengaruhi
jarak yang ditempuh kendaraan, semakin jauh jaraknya maka semakin besar factor
kecepatan kendaraan tanpa memperhatikan bagaimana keadaan jalur jalan yang
dilalui.
Faktor Kecepatan
Jarak
Yang Ditempuh (ft)
|
Faktor
Kecepatan
|
500 – 1.000
|
0,46 – 0,78
|
1.000 – 1.500
|
0,59 – 0,82
|
1.500 – 2.000
|
0,65 – 0,82
|
2.000 – 2.500
|
0,69 – 0,83
|
2.500 – 3.000
|
0,73 – 0,83
|
3.000 – 3.500
|
0,75 – 0,84
|
3.500 – 4.000
|
0,77 – 0,85
|
5.
Tahanan Kemiringan
(Grade Resistance)
Grade Resistance (GR) adalah
besarnya gaya berat yang melawan atau membantu gerak kendaraan karena
kemiringan jalur jalan yang dilalui. Jika jalur jalan itu naik disebut
kemiringan positif, Tahanan Kemiringan atau Grade Resistance (GR) akan
menalwan gerak kendaraan; tetapi sebaliknya, jika jalan itu turun disebut
kemiringan negatif, tahanan kemiringan akan membantu gerak kendaraan.
Gambar 3.2 : Tahanan Kemiringan (GR)
Tahanan
kemiringan tergantung pada dua faktor yaitu:
Ø
Besarnya kemiringan
(dinyatakan dalam %)
Ø
Berat kendaraan itu
sendiri (dinyatakan dalam Gross-ton).
Biasanya tahanan
kemiringan dihitung sebagai berikut:
a. Tiap kemiringan 1% besarnya tahanan
kemiringan rata-rata = 20 lbs dari besarnya kekuatan tarik mesin yang digunakan
untuk menggerakkan ban yang menyentuh permukaan jalur jalan. Besarnya dihitung
untuk tiap gross-ton berat kendaraan beserta isinya.
3.2 Alat muat ( loading unit )
Untuk
pengambilan dan pemuatan material keatas keatas alat angkut ( lori, damp truck,
dsb ) diperguanakan alat – alat muat yang sangat banyak macam – macamnya,
karena keadaan lapangan kerjanya pun sangat bermacan – macam. Yang sudah
dikenal sampai saat ini atau yang umum dipakai
dalam pekerjaan pemindahan tanah mekanis salah satu adalah backhoe. (
Ir. Partanto Prodjosumo, 1996 – 102 ).
Backhoe
adalah adalah alat penggali yang cocok untuk menggali parit atau saluran –
saluran. Gerakan bucket atau dipper dari backhoe pada saat menggali arahnya adalah
kearah badan ( body ) backhoe itu
sendiri . jadi tidak seperti power shovel
dimana arah penggalinya menjauh badan ( body ) power shovel. ( Ir. Yanto
Indonesia, M.Sc – 34 )
3.3 Waktu Edar
a.
Edar alat gali muat
Waktu Merupakan
penjumlahan dari waktu menggali, waktu ayun bermuatan, waktu menumpahkan
material dan waktu ayunan kosong.
CT
= DgT + SlT + DpT + SeT
(Nurhakim,
panduan kuliah lapangan 2004: 23)
Keterangan :
CT = waktu edar alat gali muat ( Detik )
Dgt = waktu
menggali (digging) (
Detik )
SlT = waktu ayunan bermuatan(swing loaded) ( Detik )
DpT =
waktu menumpahkan material (dumping) ( Detik )
SeT =
waktu ayunan kosong (swing empty) ( Detik )
b. Faktor – factor yang
mempengaruhi waktu edar alat – alat mekanis.
1.
Berat isi
Berat
muatan di tambah berat dalam berat dalam keadaan tanpa muatan yang akan berpengaruh terhadap kelincahan
alat.
2.
Kondisi tempat kerja.
Tempat kerja yang luas dan kering
akan meningkatkan kelancaran dan keleluasaan gerak alat, sehingga akan
memperkecil waktu edar alat angkut.
3.
Jenis
Material
Karena perbedaan kekerasan dari
material yang akan digali sangat bervariasi. Maka sering dilakukan
pengelompokkan sebagai berikut:
a. Lunak (soft) atau
mudah digali (easy digging), misalnya tanah atas atau top
soil, pasir (sand), lempung pasiran (sandclay).
b. Agak keras atau
Medium hard digging, misalnya tanah liat atau lempung (clay) yang basah
dan lengket.
c. Sukar digali
atau keras (hard digging), misalnya batu sabak (slate), material
yang kompak (compacted material).
d. Sangat sukar
digali atau sangat keras (very hard digging) atau batuan segar (fresh
rock) yang memerlukan pemboran dan peledakan sebelum dapat digali, misalnya
batuan beku segar (fresh igneous rock), batuan malihan segar (fresh
metamorphic rock).
4.
Kondisi jalan angkut
Kemiringan dan lebar jalan angkut
baik dijalan maupun pada tikungan sangat berpengaruh terhadap lalu lintas jalan
angkut. Apabila kondisi jalan sudah mempengaruhi syarat, maka akan memperlancar
jalanya lalu lintas alat angkut, sehingga akan memperkecil waktu edar.
3.4 Faktor isian mangkuk ( Bucket FillFactor )
Faktor isian
mangkuk merupakan perbandingan antara kapasitas nyata material yang akan masuk
kedalam mangkuk dengan kapasitas teoritis dari alat muat tersebut yang
dinyatakan dalam persen. Faktor isian mangkuk ini mnunjukan bahwa semakin besar
produktivitas alat muat tersebut. Faktor pengisian dipengaruhi oleh kapasitas
mangkuk, jenis, dan sifat material. Untuk menghitung faktor isian digunakan
persamaan :
FF
=
x
100 %
(Sumber : Perhitungan Biaya Peralatan
(Rochmanhadi, 1992 hal: 14) )
Keterangan
FF = faktor isian ( fill factor )
Vn = volume nyata (
)
Vt = volume teoritis (
)
3.5 Faktor pengembangan ( swell factor )
Apabila material digali
dari tempat aslinya maka akan terjadi pengembangan volume (swell). Untuk
menyatakan besarnya pengembangan volume dikenal dengan dua istilah yaitu :
a.
faktor pengembangan ( swell factor )
b.
Persen pengembangan ( persent swell )
Pengembangan volume suatu material perlu diketahui karena yang diperhitungkan
pada penggalian selalu didasarkan pada kondisi material sebelu digali.
Sedangkan material yang ditangani ( dimuat untuk diangkut ) selalu material
telah mengembang.
Untuk menghitung swell factor dan persent swell berdasarkan
densitas ( kerapatan ) menggunakan
persamaan pada volume yang sama :
SF =
x 100 %
PS =
x 100%
(Sumber : Partanto,
2005:184 )
3.6 Efisiensi Kerja
Efisiensi kerja adalah penilaian
terhadap pelaksanaan suatu pekerjaan atau merupakan perbandingan antara waktu
yang dipakai untuk bekerja dengan waktu yang tersedia. Untuk menghitung,
digunakan pengertian persentase waktu kerja efektif ( %We ).
Dan efisiensi kerja dapat dihitung
dengan persamaan:
(Sumber:
Partanto Projosumarto, Pemindahan Tanah Mekanis (1993) )
Keterangan:
EK =
Efisiensi kerja ( % )
Wke = Waktu kerja efektif
Wht = Waktu hambatan yang
tidak dapat dihindari
Wkt = Waktu kerja yang tersedia ( menit )
Whd = Waktu hambatan yang dapat dihindari
Waktu kerja
yang sering terhambat, disebabkan karena:
1)
Hambatan–hambatan
yang dapat dihindari ( Avoidable Delays )
a.
Waktu alat kerja (terlambat)
b.
Waktu istirahat lebih lama
c.
Waktu operasi
d.
Waktu
persiapan pulang lebih awal
2)
Hambatan–hambatan
yang tidak dapat dihindari ( Unavoidable Delays )
a.
Pengisian
bahan bakar, ganti oli, service rutin
b.
Checkingdan
pemanasan unit
c.
Pengaruh cuaca.
Beberapa faktor yang mempengaruhi penilaian
terhadap efisiensi kerja antara lain:
1) Waktu
kerja sesungguhnya
Waktu kerja penambanganadalah jumlah
hari kerja ykang digunakan untuk melakukan kegiatan penambangan yang meliputi
penggalian,pemuatan, pengangkutan dan peremukan. Efisiensi kerja akan semakin
besar apabila banyaknya waktu kerja nyata untuk penambangan semakin mendekati
jumlah waktu yang tersedia.
2) Hambatan-hambatan
yang terjadi
Dalam kenyataan di lapangan akan terjadi
hambatan-hambatan baik yangdapat dihindari maupun yang tidak dapat dihin dari,sehingga akan berpengaruh terhadap besar kecilnya
efisiensi kerja. Jika jumlah jam kerja dapat dimanfaatkan secara efektif, maka
diharapkan produksi dari alat muat dan alat angkut dapat optimal.
3) Jam
perawatan ( Repair Hours )
Waktu kerja yang hilang karna menunggu
saat perbaikan termasuk juga waktu untuk penyediaan suku cadang ( Spare Parts ) serta untuk perawatan
rutin seperti service berkala,
pelumasan dan sebagainya.
b. Efisiensi Alat
Merupakan tingkat prestasi kerja
alat yang digunakan untuk melakukan produksi dari waktu yang tersedia.
Tabel 3.1
Efisiensi Keadaan Alat
Kondisi operasi alat
|
Pemeliharaan mesin
|
||||
Baik sekali
|
Baik
|
Sedang
|
Buruk
|
Buruk sekali
|
|
Baik sekali
|
0,83
|
0,81
|
0,76
|
0,70
|
0,63
|
Baik
|
0,78
|
0,75
|
0,71
|
0,65
|
0,60
|
Sedang
|
0,72
|
0,69
|
0,65
|
0,60
|
0,54
|
Buruk
|
0,63
|
0,61
|
0,57
|
0,52
|
0,45
|
Buruk sekali
|
0,52
|
0,50
|
0,47
|
0,42
|
0,32
|
Sumber Ir. Rochmanhadi, 1983 : 22
1)
Mechanical Availability (
MA )
Adalah faktor yang menunjukkan ketersediaan
alat dengan memperhitungkan waktu kerja yang hilang untuk perbaikan karena
alasan Mekanis. ( Ir. Partanto, 2005 :179 )
MA
=
2)
Use of Utilization (
UA )
Merupakan
cara untuk menyatakan efisiensi kerja berdasarkan pada keadaan alat standby,
karena suatu alasan selain alasan mekanis. ( Ir. Partanto, 2005 :180 )
UA
=
3)
Physicall Availability (PA)
Merupakan tingkat kesediaan alat untuk melakukan
kegiatan produksi dengan memperhitungkan kehilangan waktu karena alasan
tertentu. Kesediaan fisik dapat dirumuskan sebagai berikut: ( Ir. Partanto, 2005 :181 )
PA =
=
4)
Effective Utilization (
EU )
Merupakan tingkat prestasi kerja alat,
yaitu yang benar-benar digunakan untuk melakukan produksi dari waktu yang
tersedia, dapat dirumuskan sebagai berikut: (
Ir. Partanto, 2005 :181 )
EU =
=
Keterangan
R = Jumlah Jam perbaikan ( repair hours )
W = Jumlah Jam kerja alat ( working hours )
S = Jumlah jam standby ( Stand By hours )
T = ( W + R + S )
3.7 Kemampuan Produksi Alat
Untuk
menghitung produktivitas alat gali muat dan alat angkut, di tentukan dengan
persamaan sebagai berikut.
1.
Produktivitas Alat Gali Muat
Untuk menentukan produktivitas Alat Gali Muat
menggunakan persamaan dibawah ini ( Nurhakim, 2004:19).
Dimana:
q = Produksi per-cycle
( m3 )
q1 = Bucket capacity/ Kapasitas bucket
( heaped ) ( m3 )
K = Bucket fill factor
Kemudian
untuk menghitung produktivitas alat gali muat dapat menggunakan persamaan
dibawah ini ( Nurhakim, 2004:20)
Dimana:
Q = Produktivitas per jam ( m3/ jam )
q = Produksi per-cycle
( m3 )
Ctm = Cycle time ( detik )
E = Job efficiency atau faktor efisiensi
2. Produktivitas Alat
Angkut Dump Truck
Produktivitas dari truk dipengaruhi oleh waktu
siklusnya. Waktu siklus dump truck
terdiri dari waktu pemuatan, waktu pengangkutan, waktu pembongkaran, waktu
perjalanan dan waktu antri.
Kemudian
untuk perhitungan produktivitas alat angkut dapat menggunakan persamaan dibawah
ini ( Nurhakim, 2004:23-24).
Ctm = t1 +
t2 + t3 + t4 + t5
Dimana:
Ctm = Cycle time dump truck ( menit )
t1 = Waktu Manuver
t2
= Waktu loading
( menit )
t3 = Waktu travel
muatan (
menit )
t4 = Waktu dumping
( menit )
t5 = Waktu travel
kosongan ( menit ).
Adapun produksi per-cycle ( q )
dump truck dihitung berdasarkan
rumus:
Dimana:
q = Produksi per-cycle ( m3 )
n = Jumlah cycle
pemuatan alat loading ke dump truck
q1 = Bucket
capacity / Kapasitas bucket ( heaped ) ( m3 )
K = Bucket
fill factor.
Dimana:
Q = Produktivitas atau produksi per-jam ( m3/ jam )
q = Produksi per-cycle atau kapasitas vessel ( heaped )
( m3)
Cta = Cycle time ( detik )
E = Job
efficiency atau faktor efisiensi.
3.8 Keserasian Kerja Alat
Agar terdapat hubungan
kerja yang serasi antara alat gali muat dan alat angkut maka produksi alat muat
harus sesuai dengan produksi alat angkut. Faktor keserasian dinyatakan dalam match factor ( MF )
Untuk melihat nilai
keserasian kerja alat gali muat dan alat angkut dapat menggunakan persamaan
sebagai berikut :
MF =
(
Sumber : Nurhakim,
(2004:26) )
Keterangan
:
MF = match factor
Na = jumlah alat angkut ( unit )
Nm = jumlah alat muat ( unit )
CTm = waktu edar alat muat, setelah dikalikan
dalam bucket (n), ( menit )
CTa = waktu edar alat angkut ( menit )
Adapun penilaian adalah :
a.
MF < 1 artinya alat muat bekerja
kurang dari 100 % sedangkan alat angkut bekerja 100 % sehingga terdapat waktu tunggu
bagi alat muat.
Waktu tunggu alat muat adalah :
WTm =
–
CTm
(
Sumber : Nurhakim,
(2004:26) )
Keterangan :
WTm =
waktu tunggu alat gali muat ( menit )
CTa =
waktu edar alat angkut ( menit )
Na =
jumlah alat angkut ( unit )
Nm =
jumlah alat gali muat ( unit )
b.
MF = 1 artinya alat muat dan alat angkut
bekerja 100 %
c.
MF > 1 artinya alat muat bekerja 100
% sedangkan alat angkut bekerja kurang
dari 100 % sehingga terdapat waktu tunggu bagi alat angkut.
BAB
IV
PENUTUP
Demikian proposal ini
saya sampaikan agar pada proses selanjutnya dapat berguna sebagai kerangka
acuan penelitian Tugas Akhir yang dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Teknik
Pertambangan Universitas Muara Bungo. Saya harap kiranya perusahaan yang saya
tuju ini dapat menyetujui dan menerima proposal Tugas Akhir ini. Untuk itu saya
siap dan bersedia datang ke perusahaan guna memantapkan rencana Tugas Akhir ini
selanjutnya setelah adanya persetujuan proposal ini.
Atas perhatian dan kesedian
perusahaan untuk menerima pelaksanaan Tugas Akhir Mahasiswa Jurusan Teknik
Pertambangan Universitas Muara Bungo, saya ucapkan terima kasih.
4.1 Peserta
Peserta Penelitian
Tugas Akhir ini adalah Mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Muara
Bungo yang di sebut namanya dalam surat pengantar resmi, yaitu :
Nama :
JAMALDI
Npm :
121016131201010
Cp :
0813 – 7321 - 9474
Email
: Jamaldigaharu@gmail.com
DAFTAR PUSTAKA
1.
Indonsianto. Y, 2005, Pemindahan Tanah Mekanis, UPN ” Veteran ”
Yogyakarta
Yogyakarta
2.
Prodjosumarto, Partanto,1996, Pemindahan Tanah Mekanis, Institut
Teknologi Bandung.
Teknologi Bandung.
3.
Prodjosumarto,
Partanto.(1993), Pemindahan Tanah Mekanis, Jurusan
Teknik Pertambangan, Institut Teknologi Bandung:
Bandung.
Teknik Pertambangan, Institut Teknologi Bandung:
Bandung.
4.
Tenrisukki. A, 2013, Seri Diktat Kuliah Pemindahan Tanah Mekanis, jakarta
:Guna Darma
:Guna Darma
5.
Nurhakim 2004, Panduan Kuliah Lapangan II, Edisi ke 2 PTM, Teknik
6.
Rochmanhadi,
1992, Perhitungan Biaya Peralatan ( hal: 14)
Soccer 100 - Sports toto, Betting Guide, Tips, Previews, Live
BalasHapusSoccer 100 - Sports toto, 오래된 토토 사이트 Betting Guide, Tips, Previews, Live Scores, Match Results and Statistics.